Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Kedokteran untuk Atasi Kekurangan Dokter Nasional

Suara Muhammadiyah

14 July 2026

462
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

GORONTALO, Suara Muhammadiyah – Kedudukan Fakultas kedokteran sangat strategis  dalam mata rantai  kehidupan khususnya disektor kesehatan. Keberadaannya memegang peranan amat substansial.

“Hal itu sudah disadari sejak periode pemerintahan yang lalu. Ditempatkan sebagai program afirmasi, yaitu sebagai bagian upaya kita membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mantan Menko PMK.

Produksi dokter di Indonesia, kata Muhadjir, masih sangat kurang. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, pasokan dokter umum nasional saat ini defisit sekitar 93.200 orang. Kondisi itu menurut Muhadjir, diperparah oleh adanya penumpukan dokter di Jawa-Bali dan kota-kota besar.

“Sementara dokter yang ditugaskan di daerah-daerah terpencil hanya bertahan sebentar, pindah ke kota karena mereka bukan putra asli daerah setempat,” bebernya, Selasa (14/7) saat Sidang Senat Terbuka Resepsi Milad XVIII Wisuda XXIII di Gedung Indoor David Bobihoe Akib Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Bagi Muhadjir, membuka dan memperbanyak fakultas kedokteran di daerah khususnya di luar Jawa menjadi keniscayaan. Dan dalam konteks ini, Muhammadiyah telah bergerak di garda terdepan dengan mengambil langkah konkretnya: pendirian fakultas kedokteran antara lain di UM Gorontalo ini.

“Ini adalah bentuk respons Muhammadiyah dalam membantu pemerintah mensukseskan program  program unggulan atau superprioritas  pemerintah untuk pemerataan tenaga dokter di selurh Indonesia,” katanya.

Di tengah jumlah tenaga dokter yang kurang, maka Muhadjir mendorong adanya langkah terobosan dengan koridor program afirmasi berupa pemberiaan beasiswa pendidikan khusus dokter.

“Saya kira saat ini juga dari LLDIKTI menyediakan beasiswa,  bisa diambilkan dari LPDP sehingga pemerataan dokter itu bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Hidup di Era “VUCA”

Landskap global  saat ini tengah mengalami transformasi sangat cepat, begitu rupa, yang disebabkan oleh  munculnya VUCA: Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas).

“Dan inilah tanda-tanda zaman yang semakin mudah berubah-ubah, tidak pasti, ruwet dan mengganda arti atau ambiguitas”, tandasnya.

Di sinilah masalah pendidikan berkualitas menjadi sangat fundamental. Penguasaan satu disiplin ilmu saja tidak lagi cukup untuk menjawab berbagai persoalan yang semakin kompleks.

“Karena itu anak-anakku sekalian anda tidak bisa sepenuhnya mengandalkan disiplin anda untuk menyelesaikan masalah,” tegas Muhadjir.

Ia mendorong para lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Gorontalo, untuk mengembangkan kompetensi lintas disiplin, memperkuat integritas, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Implementasi ibadah puasa (ash-shiyam), sesungguhnya tidak st....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Pengukuhan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Blimbing perio....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah resmi membuka ....

Suara Muhammadiyah

8 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen menggelar acara pelepasan siswa kelas VI tahu....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Belasan tenaga pengajar Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengiku....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah