Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Kedokteran untuk Atasi Kekurangan Dokter Nasional

Suara Muhammadiyah

14 July 2026

419
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

GORONTALO, Suara Muhammadiyah – Kedudukan Fakultas kedokteran sangat strategis  dalam mata rantai  kehidupan khususnya disektor kesehatan. Keberadaannya memegang peranan amat substansial.

“Hal itu sudah disadari sejak periode pemerintahan yang lalu. Ditempatkan sebagai program afirmasi, yaitu sebagai bagian upaya kita membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mantan Menko PMK.

Produksi dokter di Indonesia, kata Muhadjir, masih sangat kurang. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, pasokan dokter umum nasional saat ini defisit sekitar 93.200 orang. Kondisi itu menurut Muhadjir, diperparah oleh adanya penumpukan dokter di Jawa-Bali dan kota-kota besar.

“Sementara dokter yang ditugaskan di daerah-daerah terpencil hanya bertahan sebentar, pindah ke kota karena mereka bukan putra asli daerah setempat,” bebernya, Selasa (14/7) saat Sidang Senat Terbuka Resepsi Milad XVIII Wisuda XXIII di Gedung Indoor David Bobihoe Akib Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Bagi Muhadjir, membuka dan memperbanyak fakultas kedokteran di daerah khususnya di luar Jawa menjadi keniscayaan. Dan dalam konteks ini, Muhammadiyah telah bergerak di garda terdepan dengan mengambil langkah konkretnya: pendirian fakultas kedokteran antara lain di UM Gorontalo ini.

“Ini adalah bentuk respons Muhammadiyah dalam membantu pemerintah mensukseskan program  program unggulan atau superprioritas  pemerintah untuk pemerataan tenaga dokter di selurh Indonesia,” katanya.

Di tengah jumlah tenaga dokter yang kurang, maka Muhadjir mendorong adanya langkah terobosan dengan koridor program afirmasi berupa pemberiaan beasiswa pendidikan khusus dokter.

“Saya kira saat ini juga dari LLDIKTI menyediakan beasiswa,  bisa diambilkan dari LPDP sehingga pemerataan dokter itu bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Hidup di Era “VUCA”

Landskap global  saat ini tengah mengalami transformasi sangat cepat, begitu rupa, yang disebabkan oleh  munculnya VUCA: Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas).

“Dan inilah tanda-tanda zaman yang semakin mudah berubah-ubah, tidak pasti, ruwet dan mengganda arti atau ambiguitas”, tandasnya.

Di sinilah masalah pendidikan berkualitas menjadi sangat fundamental. Penguasaan satu disiplin ilmu saja tidak lagi cukup untuk menjawab berbagai persoalan yang semakin kompleks.

“Karena itu anak-anakku sekalian anda tidak bisa sepenuhnya mengandalkan disiplin anda untuk menyelesaikan masalah,” tegas Muhadjir.

Ia mendorong para lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Gorontalo, untuk mengembangkan kompetensi lintas disiplin, memperkuat integritas, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI. Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyuwangi bersama Perkumpulan....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Berita

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Banda Aceh BANDA ACEH, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Berada di lima besar secara nasional, membawa guru SMK Muhamm....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar wisuda periode ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Fakultas Ekonomi d....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah