Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Kedokteran untuk Atasi Kekurangan Dokter Nasional

Suara Muhammadiyah

14 July 2026

358
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

GORONTALO, Suara Muhammadiyah – Kedudukan Fakultas kedokteran sangat strategis  dalam mata rantai  kehidupan khususnya disektor kesehatan. Keberadaannya memegang peranan amat substansial.

“Hal itu sudah disadari sejak periode pemerintahan yang lalu. Ditempatkan sebagai program afirmasi, yaitu sebagai bagian upaya kita membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mantan Menko PMK.

Produksi dokter di Indonesia, kata Muhadjir, masih sangat kurang. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, pasokan dokter umum nasional saat ini defisit sekitar 93.200 orang. Kondisi itu menurut Muhadjir, diperparah oleh adanya penumpukan dokter di Jawa-Bali dan kota-kota besar.

“Sementara dokter yang ditugaskan di daerah-daerah terpencil hanya bertahan sebentar, pindah ke kota karena mereka bukan putra asli daerah setempat,” bebernya, Selasa (14/7) saat Sidang Senat Terbuka Resepsi Milad XVIII Wisuda XXIII di Gedung Indoor David Bobihoe Akib Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Bagi Muhadjir, membuka dan memperbanyak fakultas kedokteran di daerah khususnya di luar Jawa menjadi keniscayaan. Dan dalam konteks ini, Muhammadiyah telah bergerak di garda terdepan dengan mengambil langkah konkretnya: pendirian fakultas kedokteran antara lain di UM Gorontalo ini.

“Ini adalah bentuk respons Muhammadiyah dalam membantu pemerintah mensukseskan program  program unggulan atau superprioritas  pemerintah untuk pemerataan tenaga dokter di selurh Indonesia,” katanya.

Di tengah jumlah tenaga dokter yang kurang, maka Muhadjir mendorong adanya langkah terobosan dengan koridor program afirmasi berupa pemberiaan beasiswa pendidikan khusus dokter.

“Saya kira saat ini juga dari LLDIKTI menyediakan beasiswa,  bisa diambilkan dari LPDP sehingga pemerataan dokter itu bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Hidup di Era “VUCA”

Landskap global  saat ini tengah mengalami transformasi sangat cepat, begitu rupa, yang disebabkan oleh  munculnya VUCA: Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas).

“Dan inilah tanda-tanda zaman yang semakin mudah berubah-ubah, tidak pasti, ruwet dan mengganda arti atau ambiguitas”, tandasnya.

Di sinilah masalah pendidikan berkualitas menjadi sangat fundamental. Penguasaan satu disiplin ilmu saja tidak lagi cukup untuk menjawab berbagai persoalan yang semakin kompleks.

“Karena itu anak-anakku sekalian anda tidak bisa sepenuhnya mengandalkan disiplin anda untuk menyelesaikan masalah,” tegas Muhadjir.

Ia mendorong para lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Gorontalo, untuk mengembangkan kompetensi lintas disiplin, memperkuat integritas, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LEBONG, Suara Muhammadiyah - Umat Islam di Muara Aman merayakan Idul Fitri 1446 H dengan penuh suka ....

Suara Muhammadiyah

31 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Raska semestinya bergerak lincah untuk anak seusianya. Perkemban....

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan kembali menorehkan p....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmenn....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Persoalan semakin menjamurnya fenomena kidfluencers di TikTok ini menja....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah