Muhammadiyah Sulsel Karantina 33 Santri untuk Program Tahfidz 30 Juz

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

78
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 33 santri pilihan dari berbagai pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan memulai perjalanan spiritual yang tidak biasa. Selama 60 hari ke depan, mereka akan menjalani karantina penuh di Pusdiklat Babul Ilmi Bikokoro, Malino, Kabupaten Gowa, dengan satu target besar: menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Program Daurah Tahfidz dan Bahasa Arab Angkatan IV yang dibuka secara resmi pada Sabtu (20/6/2026) ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Sulawesi Selatan melalui Markaz Tahfidz Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar.

Berada di kawasan sejuk pegunungan Malino yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, para peserta akan menjalani proses pembinaan intensif yang dirancang untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menghafal Al-Qur’an.

Sekretaris LP2M PWM Sulawesi Selatan, Dr. Muh. Ali Bakri, M.Pd., menjelaskan bahwa selama program berlangsung para santri tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam maupun mengikuti aktivitas di luar program. Kebijakan tersebut diterapkan agar peserta dapat berkonsentrasi penuh pada proses menghafal dan pembinaan diri.

“Untuk sementara, mohon anak-anak kita jangan diganggu. Percayakan kepada kami,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.

Menurut Ali Bakri, masa karantina selama dua bulan merupakan momentum penting bagi para santri untuk bermujahadah atau bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an tanpa gangguan dari luar.

Perjuangan yang dijalani para peserta tentu tidak ringan. Koordinator Daurah, Ust. Abd Aziz, S.Pd., menjelaskan bahwa para santri akan mengikuti enam sesi halaqah tahfidz setiap hari. Kegiatan dimulai sejak sebelum Subuh hingga malam hari dengan jadwal yang terstruktur dan disiplin.

“Al-Qur’an diturunkan untuk dimudahkan bagi pembaca dan penghafalnya. Tetapi kemudahan itu tetap harus diperjuangkan,” kata Aziz memberikan motivasi kepada para peserta.

Puluhan santri yang mengikuti program ini merupakan hasil seleksi dari berbagai pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, di antaranya Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Palopo, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, dan Pesantren Darul Fallah Bisoloro Unismuh Makassar.

Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. Dalam kesempatan tersebut, Agus, salah seorang perwakilan wali santri, mengingatkan para peserta agar senantiasa meluruskan niat menghafal Al-Qur’an karena Allah semata.

Ia menegaskan bahwa capaian hafalan 30 juz bukanlah akhir dari perjalanan seorang hafiz, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Jangan pernah berpikir bahwa 30 juz itu hanya target. Tiga puluh juz adalah pintu gerbang,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah hafalan selesai, yakni menjaga dan mengulang hafalan secara konsisten agar tetap kuat dan melekat sepanjang hayat.

Selain fokus pada target hafalan, program ini juga menaruh perhatian besar pada pembinaan karakter dan akhlak para peserta. Para muhafiz yang mendampingi santri tidak hanya bertugas menerima setoran hafalan dan mencatat perkembangan peserta, tetapi juga mengasuh dan membimbing mereka selama 24 jam.

“Para muhafiz bukan hanya menerima hafalan dan menulis mutabaah. Mereka memiliki tanggung jawab untuk membimbing, mengasuh, membangun mental, serta membentuk akhlak anak-anak kita,” jelas Ali Bakri.

Melalui pembinaan yang intensif di kaki Gunung Malino, LP2M PWM Sulawesi Selatan berharap program ini tidak hanya melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga calon-calon ulama, dai, dan pemimpin umat yang memiliki kedalaman ilmu, kekuatan karakter, serta akhlak yang mulia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) menggelar Pengenalan K....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dengan daya begitu rupa terus berjuang dalam koridor....

Suara Muhammadiyah

27 December 2025

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Perempuan memiliki peran penting menghadapi tantangan global. Pesan....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdas....

Suara Muhammadiyah

27 August 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini Indonesia resmi bergabung pada organisasi global BRICS. T....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah