TELUK KUANTAN, Suara Muhammadiyah — Musyawarah Cabang (Musycab) ke-10 Pemuda Muhammadiyah Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, resmi digelar pada Sabtu, 3 Juni 2026, bertempat di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kuantan Singingi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Masdian, S.Pd., Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuantan Singingi. Pembukaan Musycab turut dihadiri lebih dari 30 undangan yang terdiri atas unsur panitia, Angkatan Muda Muhammadiyah, serta warga Muhammadiyah Teluk Kuantan.
Dalam laporannya, Deno Juanda, Lc., selaku perwakilan panitia pelaksana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
“Tenaga para panitia yang telah bertungkus lumus dan berjuang menyelenggarakan acara ini patut kita apresiasi dengan luar biasa. Tanpa mereka, acara ini tidak mungkin dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kuantan Singingi, Bobby Mulya, Lc., M.S.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah Teluk Kuantan memiliki sejarah panjang dalam gerakan dakwah dan kaderisasi.
“PCPM Teluk Kuantan ini telah lama ada, bahkan sebelum Kabupaten Kuantan Singingi berdiri. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah lama eksis di kota ini,” tegasnya sembari memperlihatkan foto kenangan Musyawarah ke-II Pemuda Muhammadiyah Taluk Kuantan.
Pada Pleno II, Sekretaris PCM Teluk Kuantan, M. Rizki Lazuardi, menyampaikan bahwa tokoh-tokoh Muhammadiyah Kuantan Singingi telah banyak berkontribusi dalam melahirkan kader dan tokoh yang berperan dalam perjuangan serta penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa jumlah kader yang sedikit tidak menjadi penghalang untuk melahirkan kualitas gerakan. Menurutnya, K.H. Ahmad Dahlan pun memulai perjuangan dengan jumlah murid yang terbatas, namun mampu melahirkan gerakan besar yang terus berkembang hingga kini.
Dalam proses penjaringan, terdapat 25 nama calon formatur. Setelah dilakukan pendekatan dan permohonan kesediaan, ditetapkan sembilan orang formatur Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Teluk Kuantan periode 2026–2030, yaitu:
1. Deno Juanda
2. Efry Mindayula
3. Koni Aditya
4. Hendio Anjasmara
5. Ridho Saputra
6. Kiki Saputra
7. Hengky Rasbumi
8. Infanza
9. Mukhlisinalahuddin
Kesembilan formatur tersebut kemudian bermusyawarah dan menetapkan Deno Juanda sebagai Ketua, Ridho Saputra, S.Pd., Gr. sebagai Sekretaris, dan Efry Mindayula, M.Pd. sebagai Bendahara Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Teluk Kuantan periode 2026–2030.
Dalam sambutan singkatnya, Ketua terpilih Deno Juanda menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang harus dijalankan secara kolektif.
“Sebagaimana dikutip oleh Haji Agus Salim, Leiden is lijden, memimpin adalah menderita. Maka sekuat apa pun tenaga ketua dalam mengarahkan, hasilnya akan nol jika para pengurus tidak bergerak bersama. Mesin utama pergerakan adalah kekuatan pengurus secara kolektif, bukan hanya ketua seorang,” tegas guru MTs Pondok Pesantren K.H. Ahmad Dahlan tersebut.
Musycab kemudian ditutup oleh Adil Cahyadi selaku Ketua Pimpinan Sidang Musycab. Ia juga merupakan pembina IPM Pondok Pesantren K.H. Ahmad Dahlan sekaligus pengasuh dan guru di pondok tersebut.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Pemuda Muhammadiyah Teluk Kuantan diharapkan mampu memperkuat gerakan dakwah, kaderisasi, dan kontribusi nyata bagi umat, persyarikatan, serta masyarakat Kuantan Singingi.

