YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-5 dengan tema "Meneguhkan IGABA sebagai Organisasi Profesi dalam Melejitkan PAUD Aisyiyah Abad Kedua". Acara ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad kedua yang tak mudah, sekaligus memperkuat peran IGABA sebagai inovator dalam dunia pendidikan.
Ketua Panitia Pelaksana, Sri Widayani menyampaikan bahwa memilih pemimpin dan menjalankan kepemimpinan bukan hal mudah. Namun IGABA akan terus berkomitmen menjadi organisasi yang kokoh dan profesional dalam menghadapi perkembangan zaman.
IGABA tidak hanya dituntut dalam hal pengajaran, tetapi juga sebagai inovator yang memiliki keterampilan relevan dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan IGABA dalam peran sosial dan kemasyarakatan.
Ketua IGABA DIY, Kus Indarti menegaskan bahwa tema yang diusung mengandung makna mendalam. "Memasuki abad kedua, IGABA menghadapi tantangan yang berat. Oleh karena itu, kita harus semakin kokoh dan profesional. IGABA siap membersamai guru-guru dalam menghadapi kendala dalam menjalani profesi," tegasnya pada Sabtu (22/2).
Acara ini juga dihadiri oleh Adi Wijaya, Kepala Balai Badan Guru Penggerak DIY. Ia menyatakan dukungannya untuk meningkatkan kompetensi para guru yang tergabung di IGABA. "Kami siap membersamai bapak dan ibu guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.
Widyastuti, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, menambahkan bahwa Aisyiyah memandang seluruh proses kehidupan, khususnya yang dilakukan oleh guru TK dan PAUD Aisyiyah sebagai sebuah dakwah. "Kepemimpinan di Aisyiyah adalah kepemimpinan yang transformatif. Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga hadir di mana-mana sebagai sosok yang berdakwah kepada siswa dan orang tua dengan cara murah senyum dan penyabar," ujarnya.
Acara ini juga menjadi momentum refleksi bagi IGABA untuk terus berkontribusi dalam menciptakan generasi emas 2045. "Generasi emas sangat bergantung pada bagaimana kita menangani anak-anak kita saat ini. Mari kita niatkan layanan kita sebagai ibadah," pungkas Widayani.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, IGABA DIY berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru, serta mampu menciptakan generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan. "Semoga kesejahteraan dan kemakmuran selalu menyertai perjuangan para guru, meski tidak selalu berbentuk materi," tutupnya. (diko)