Pancasila Ideologi Moderat

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

1956
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi

BATU, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi menyebut dalam konteks keagamaan, hampir semua agama mengajarkan ajaran moderasi. Merujuk pandangan Islam, istilah moderasi sering dinamakan dengan wasathiyah atau konsep jalan tengah. Yaitu keberagamaan yang adil, kasih sayang, sikap-sikap toleran, dan membangun komitmen kemanusiaan semesta.

“Dalam perspektif kami, semua agama mengajarkan moderasi. Dan di situlah kita bertemu,” ujarnya saat memberikan Seminar Kebangsaan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Balai Persekutuan “Bukit Zaitun” Batu, Jawa Timur, Kamis (4/7).

Dalam konteks kebangsaan, Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung nilai-nilai moderat atau tengahan. Bahkan proses terjadinya kesepakatan Pancasila sebagai dasar negara itu menjadi klimaks dari titik temu pikiran moderat para pendiri bangsa. Salah satu tokohnya berasal dari Persyarikatan Muhammadiyah yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1942-1953.

“Jadi, ini anugerah Tuhan sekaligus juga kearifan dari para pendiri bangsa kita dari berbagai latar belakang dan golongan, baik agama, daerah, suku, aliran politik dan lain sebagainya. Sehingga Pancasila akhirnya menjadi kesepakatan nasional sebagai dasar negara,” tuturnya.

Haedar menerangkan, dari sila pertama sampai kelima jika ditinjau dari nilai (value), Pancasila mengandung pandangan-pandangan moderat. “Jadi betapa moderatnya Pancasila itu sebagai sebuah nilai dasar dalam berbangsa-bernegara,” tegasnya. 

Dipertegaskan oleh Haedar bahwa Pancasila selalu ada relasi-relasi konseptual yang memberikan keseimbangan. Misalnya, persatuan Indonesia. Sila ini sebut Haedar sebagai orientasi untuk memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika. “Ketika kita ingin merawat Indonesia, kuncinya di persatuan Indonesia di tengah keragaman,” lanjutnya.

Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu menyimpulkan secara substansial Pancasila sebagai ideologi moderat. Dan pada saat bersamaan merupakan proses hasil dari kesepakatan nasional. Sebab itu, Haedar mengatakan dalam perspektif Muhammadiyah menyebutnya sebagai Dar al-Ahdi wa al-Syahadah.

“Pancasila merupakan manifestasi dari kebijaksanaan dan kecerdasan para pendiri negara dalam memformulasikan nilai-nilai yang hidup di Indonesia yakni agama dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia. Karenanya Pancasila sangat kokoh sebagai dasar negara, yang niscaya diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya. (Cris/Lika/Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Menjelang akhir Ramadan, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam perkembangan tataran dunia yang semakin mengglobal, spe....

Suara Muhammadiyah

16 March 2024

Berita

Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Giatkan Peningkatan Kapasitas  JAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 46 mahasiswa baru diterima pada Program Pendidikan Ula....

Suara Muhammadiyah

9 September 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pengajian rutin Badan Pembina Harian, Dosen dan Tenaga Kependidikan Univ....

Suara Muhammadiyah

20 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah