Pancasila Ideologi Moderat

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

1925
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi

BATU, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi menyebut dalam konteks keagamaan, hampir semua agama mengajarkan ajaran moderasi. Merujuk pandangan Islam, istilah moderasi sering dinamakan dengan wasathiyah atau konsep jalan tengah. Yaitu keberagamaan yang adil, kasih sayang, sikap-sikap toleran, dan membangun komitmen kemanusiaan semesta.

“Dalam perspektif kami, semua agama mengajarkan moderasi. Dan di situlah kita bertemu,” ujarnya saat memberikan Seminar Kebangsaan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Balai Persekutuan “Bukit Zaitun” Batu, Jawa Timur, Kamis (4/7).

Dalam konteks kebangsaan, Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung nilai-nilai moderat atau tengahan. Bahkan proses terjadinya kesepakatan Pancasila sebagai dasar negara itu menjadi klimaks dari titik temu pikiran moderat para pendiri bangsa. Salah satu tokohnya berasal dari Persyarikatan Muhammadiyah yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1942-1953.

“Jadi, ini anugerah Tuhan sekaligus juga kearifan dari para pendiri bangsa kita dari berbagai latar belakang dan golongan, baik agama, daerah, suku, aliran politik dan lain sebagainya. Sehingga Pancasila akhirnya menjadi kesepakatan nasional sebagai dasar negara,” tuturnya.

Haedar menerangkan, dari sila pertama sampai kelima jika ditinjau dari nilai (value), Pancasila mengandung pandangan-pandangan moderat. “Jadi betapa moderatnya Pancasila itu sebagai sebuah nilai dasar dalam berbangsa-bernegara,” tegasnya. 

Dipertegaskan oleh Haedar bahwa Pancasila selalu ada relasi-relasi konseptual yang memberikan keseimbangan. Misalnya, persatuan Indonesia. Sila ini sebut Haedar sebagai orientasi untuk memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika. “Ketika kita ingin merawat Indonesia, kuncinya di persatuan Indonesia di tengah keragaman,” lanjutnya.

Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu menyimpulkan secara substansial Pancasila sebagai ideologi moderat. Dan pada saat bersamaan merupakan proses hasil dari kesepakatan nasional. Sebab itu, Haedar mengatakan dalam perspektif Muhammadiyah menyebutnya sebagai Dar al-Ahdi wa al-Syahadah.

“Pancasila merupakan manifestasi dari kebijaksanaan dan kecerdasan para pendiri negara dalam memformulasikan nilai-nilai yang hidup di Indonesia yakni agama dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia. Karenanya Pancasila sangat kokoh sebagai dasar negara, yang niscaya diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya. (Cris/Lika/Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LEBONG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembina Kesehatan Umum dan Pelayanan Sosial (MPKUPS) Pimp....

Suara Muhammadiyah

26 March 2025

Berita

Penjajakan Kerja Sama Bidang Filologi dan Studi Islam YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Fakult....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki musim hujan, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah M....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai institusi keagamaan dan rumah ibadah bagi umat muslim, masji....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa program studi PAI semester lima UM Bandung menggelar t....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah