YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bendahara Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan fondasi moral yang harus benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian dikemukakan Syauqi saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Selasa (16/6) di Auditorium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
"Pendidikan karakter yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila berarti membentengi diri menggunakan perisai bernama Pancasila untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif yang masuk," tegasnya, yang juga Anggota DPD RI Dapil DIY.
Syauqi menguraikan bahwa Pancasila memuat seperangkat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang saling berkaitan. Seluruh nilai tersebut harus dipahami, dimaknai, dan diamalkan agar meresap menjadi laku hidup nyata bagi para pelajar.
Ia juga mendorong peserta untuk menjadikan Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai kompas dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Anggota Komite III DPD RI tersebut mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar, untuk kembali menggali dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau simbol kebangsaan semata, tetapi harus menjadi kompas moral yang menuntun cara berpikir, bersikap, dan bertindak setiap warga negara.
"Apabila nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan oleh seluruh elemen bangsa, kita boleh berharap masyarakat kita memiliki karakter dan mentalitas yang kuat serta berkeadaban," pungkas Syauqi.

