PCM Sumberejo Letakkan Batu Pertama SMP Konservasi Muhammadiyah di Lahan 12 Hektare

Publish

5 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
89
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumberejo (PCM) Sumberejo resmi memulai pembangunan SMP Konservasi Muhammadiyah melalui prosesi peletakan batu pertama di atas lahan seluas kurang lebih 12 hektare, baru-baru ini. Pembangunan sekolah tersebut menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam menghadirkan model pendidikan yang unggul secara akademik sekaligus berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh Persyarikatan dan masyarakat, di antaranya Ketua Lembaga Studi dan Pengembangan Lingkungan Hidup (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Gunawan Budiyanto, perwakilan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Dr. Hardi Santosa, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara, Ketua PCM Sumberejo, Kepala Desa Sumberejo Cipto Yuwono, tokoh masyarakat, serta unsur Angkatan Muda Muhammadiyah.

Selanjutnya Ketua PCM Sumberejo dalam arahanya menyampaikan bahwa pembangunan SMP Konservasi ini merupakan wujud komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda. Menurutnya, sekolah tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan yang memadukan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sementara itu, Dr. Hardi Santosa selaku perwakilan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan Muhammadiyah secara nasional. Ia berharap SMP Konservasi Muhammadiyah dapat menjadi model pendidikan masa depan yang melahirkan generasi berilmu, berkarakter, serta memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Sumberejo, Cipto Yuwono. Ia mengapresiasi inisiatif Muhammadiyah dalam menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Hardi selaku Perwakilan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah menambahkan bahwa konsep SMP Konservasi sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah yang menekankan integrasi iman, ilmu, dan amal dalam membentuk generasi unggul. Pendidikan berbasis konservasi dinilai penting untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah kekhalifahan manusia di bumi." ucapnya

Senada penyampaian Prof. Gunawan Budiyanto mengatakan pentingnya perspektif konservasi dalam pendidikan masa depan. Ia menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran ekologis dan peradaban berkelanjutan. Dengan dukungan lahan yang luas, SMP Konservasi Muhammadiyah di Sumberejo dinilai memiliki potensi besar menjadi laboratorium pendidikan lingkungan yang inspiratif.

Lebih lanjut Pembangunan SMP Konservasi Muhammadiyah ini diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Banjarnegara serta menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan peradaban yang berkemajuan. (Hendra)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Nilai Intelektual dan Solidaritas Kader IMM Ditekankan dalam DAD FDK UIN Suka SLEMAN, Suara Muhamma....

Suara Muhammadiyah

25 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah men....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Daerah yang ke - 22 Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

9 January 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pendoworejo menggelar Ka....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025