Tekankan Peran Perempuan dalam Dakwah Berkemajuan
KUDUS, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kudus menyelenggarakan kegiatan Pengajian Tiga Bulanan sekaligus Halal Bi Halal bertempat di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kota 3 Kudus, tepatnya di Masjid Al-Furqon Burikan, Kota Kudus, pada Ahad, 24 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan 12 April 2026. Acara ini menjadi momentum istimewa dengan dilaksanakannya Pengukuhan Korps Muballighat Kudus.
Menghadirkan narasumber Sheila Ardiana, Lc. MA, materi yang disampaikan bertajuk "Refleksi Silaturahmi Syawwalan; Spirit Idul Fitri untuk Meneguhkan Solidaritas Umat" serta "Optimalisasi Peran Perempuan & Muballighat dalam Dakwah Berkemajuan".
Dalam tausiyahnya, Sheila Ardiana menekankan bahwa Idul Fitri bukanlah sekadar perayaan, melainkan momentum transformasi menuju pribadi yang lebih baik. Ia mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri) dan melanjutkan latihan menahan hawa nafsu yang telah dijalani selama Ramadhan.
"Setelah Ramadhan, lanjutkan latihan untuk tidak menuruti semua keinginan meskipun itu perkara yang halal," ungkapnya, merujuk pada pesan agar umat Islam tidak berlebihan dalam urusan duniawi.
Terkait tradisi Halal Bi Halal, materi tersebut menggarisbawahi bahwa meminta dan memberi maaf adalah akhlak Rabbani. Memaafkan merupakan karakter golongan Muhsinin (orang-orang baik). Mengutip hadis, ia mengingatkan agar setiap Muslim menghindari dosa sosial agar tidak menjadi orang yang "bangkrut" di akhirat nanti.
Salah satu poin utama dalam pengajian ini adalah penegasan mengenai nilai-nilai egaliter dalam Islam. Sheila memaparkan bahwa syarat diterimanya amal adalah iman, bukan gender, sehingga perempuan memiliki peran sebagai agen peradaban, bukan hanya pelaku domestik.
Ada empat profil utama yang harus dimiliki oleh Muballighat dan Ulama Aisyiyah agar dapat berkontribusi nyata di masyarakat: (1) berakhlak mulia serta memiliki kredibilitas dan integritas; (2) menguasai keilmuan agama dengan kokoh; (3) berwawasan moderat dan berjiwa tajdid (pembaruan); serta (4) memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan sosial.
Diharapkan melalui pengukuhan Korps Muballighat ini, para srikandi ‘Aisyiyah Kudus dapat semakin cerdas dan berkemajuan dalam menyebarkan dakwah di berbagai lini, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hukum, hingga ekonomi.
Acara ditutup dengan penuh khidmat dan dihiasi dengan pantun-pantun ajakan untuk terus mencari ilmu serta mengharapkan ridha Allah SWT. (WNAgustina).
