GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul resmi membuka program Pendampingan Ranting Model Angkatan 3 pada Senin pagi (16/2). Bertempat di Kantor PDM Gunungkidul, acara ini menandai dimulainya komitmen penguatan struktur akar rumput organisasi selama satu tahun ke depan. Pembukaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan inti, di antaranya Ketua PDM Gunungkidul H. Sadmonodadi, MA., Wakil Ketua Bidang LPCR-PM H. Aam Sugasto, serta Bendahara PDM Sugiyarto, SE.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Gunungkidul H. Sadmonodadi menekankan bahwa Ranting adalah ujung tombak dakwah yang harus mandiri dan berdaya. Program ini melibatkan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) yang dikawal oleh tim ahli seperti M. Taufik Salyono, Sareno, dan Budi Santoso. Fokus utama pendampingan ini adalah memastikan gerak langkah Muhammadiyah di tingkat bawah selaras dengan visi besar persyarikatan dalam memajukan umat.
Sebanyak 10 Ranting terpilih menjadi peserta Angkatan 3 ini, yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Ranting tersebut meliputi PRM Pengkok (Patuk), Nglipar (Nglipar), Serut (Gedangsari), Wunung (Panggang), Bejiharjo (Karangmojo), Gari (Wonosari), Palembutan (Wonosari), Karangduwet (Paliyan), Wunung (Wonosari), dan Baleharjo (Wonosari). Keterwakilan berbagai wilayah ini menunjukkan semangat pemerataan kualitas organisasi di seluruh pelosok Gunungkidul.
Selama satu tahun masa pendampingan, para kader di tingkat ranting akan dibekali dengan materi komprehensif yang mencakup tujuh aspek utama pengembangan organisasi. Ketujuh aspek tersebut dirancang untuk membenahi manajemen internal, optimalisasi aset, hingga penguatan dakwah kultural di masyarakat. Proses ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis agar setiap ranting mampu mengenali potensi dan tantangan spesifik di wilayah masing-masing.
Sebagai puncak dari rangkaian program ini, nantinya akan digelar Bazar Muhammadiyah Great Education (MGE) serta penyusunan Profil Ranting yang sistematis. Output tersebut diharapkan menjadi bukti nyata transformasi ranting yang awalnya pasif menjadi Ranting Model yang inspiratif. Dengan adanya profil yang lengkap, setiap ranting diharapkan memiliki rekam jejak digital dan fisik yang profesional sebagai acuan dakwah di masa depan. (Wismanto)

