MALANG, Suara Muhammadiyah — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Raushan Fikr resmi melantik Badan Pimpinan Harian periode 2025–2026 dalam sebuah agenda yang tidak sekadar bersifat seremonial. Pelantikan ini dimaknai sebagai upaya memperkuat kepengurusan IMM Raushan Fikr sebagai organisasi kader yang sah sekaligus entitas gerakan yang memiliki legitimasi, otoritas, dan tanggung jawab ideologis dalam menjalankan roda organisasi.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi nilai dan penyatuan visi kepengurusan baru. Melalui agenda ini, IMM Raushan Fikr menegaskan komitmen untuk menghidupkan kembali peran komisariat sebagai basis kaderisasi yang inovatif, intelektual, dan berkarakter profetik. Kepemimpinan yang dibangun ke depan diarahkan agar mampu merespons perubahan di era Society 5.0 tanpa melepaskan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan kemanusiaan sebagai fondasi gerakan.
Ketua Umum IMM Raushan Fikr terpilih, Frenky Marresa Novaldy, menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan IMM tidak dimaknai sebagai ruang untuk mencari posisi, melainkan sebagai ruang pengabdian. Menurutnya, kepemimpinan harus diarahkan untuk menumbuhkan nilai, gagasan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
“Di era Society 5.0 yang sarat dengan percepatan teknologi dan perubahan sosial, kader IMM dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga kritis dan berkeadaban. Kepemimpinan yang kita bangun harus berlandaskan nilai profetik: berilmu, berakhlak, dan berpihak pada kemaslahatan umat,” ujar mahasiswa matematika UMM tersebut.
Pesan serupa disampaikan Choirul Umam yang menekankan bahwa amanah kepengurusan harus dipahami sebagai tanggung jawab kaderisasi dan keberlanjutan gerakan IMM. Ia menilai komisariat memiliki posisi strategis sebagai basis ideologis dan intelektual yang menentukan arah organisasi ke depan.
Komisioner KPU Jatim itu juga menyampaikan, di tengah dinamika Society 5.0, kader IMM dituntut mampu memadukan kecakapan intelektual, kepekaan sosial, dan keteguhan ideologis. Kepemimpinan profetik, kata dia, tidak berhenti pada jargon, tetapi perlu diaktualisasikan dalam setiap gerak organisasi agar IMM Raushan Fikr dapat tumbuh sebagai komisariat yang progresif, inklusif, dan kontributif, baik bagi kampus maupun persyarikatan.
Tema Society 5.0 dipilih sebagai respons atas kondisi kepemimpinan mahasiswa hari ini yang dihadapkan pada percepatan teknologi dan perubahan sosial yang cepat. Di satu sisi, mahasiswa dituntut adaptif terhadap perkembangan digital dan inovasi. Di sisi lain, muncul tantangan melemahnya keteladanan, integritas, dan kepekaan sosial dalam praktik kepemimpinan. Melalui tema ini, IMM Raushan Fikr menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai.
Sebagai tindak lanjut, kepengurusan periode 2025–2026 akan langsung menjalankan program unggulan awal yang berfokus pada penguatan literasi digital kader. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memahami, memanfaatkan, dan mengkritisi teknologi digital secara etis dan bertanggung jawab.
Literasi digital dimaknai tidak sebatas kecakapan teknis menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta membangun kesadaran etis di ruang digital. Melalui program ini, kader didorong menjadikan platform digital sebagai sarana dakwah intelektual, penguatan tradisi keilmuan, serta media advokasi isu-isu kemahasiswaan dan sosial. (Frenky/Rangga)

