Wakaf Produktif, Sadaqah Jariyah, dan Ikhtiar Mewujudkan Pendidikan Islam Berkemajuan
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Semangat membangun pendidikan Islam yang berkemajuan kembali diwujudkan melalui Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung TK ABA Patehan yang dilaksanakan pada Ahad, 9 Agustus 2026, bertempat di Jalan Nagan Lor 13 D, Yogyakarta.Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar TK ABA Patehan, Muhammadiyah, 'Aisyiyah, para guru, alumni, wali murid, dan masyarakat dalam mengawali pembangunan gedung pendidikan yang diharapkan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya generasi Islam yang berakhlak, berilmu, dan berkemajuan.
Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari ketulusan Sri Puji Lestari, S.IP., yang telah mewakafkan tanah miliknya kepada Muhammadiyah untuk pembangunan TK ABA Patehan pada 11 Maret 2026. Tanah yang diwakafkan tersebut memiliki luas 235 m².
Tidak berhenti pada wakaf tanah, Ibu Sri Puji Lestari juga melanjutkan amal kebaikannya melalui sadaqah jariyah dengan membangunkan Gedung TK ABA Patehan. Ketulusan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak usia dini sekaligus menjadi investasi amal yang diharapkan memberikan manfaat lintas generasi.
Upacara seremonial peletakan batu pertama dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I.; Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta, Rowiyah, S.Ag.; Ketua PCM Kraton, Dr. Muhsin Hariyanto, M.Ag.; Ketua PRM Patehan, Drs. Suyudiharjo; perwakilan alumni TK ABA Patehan, Rifki Listianto, S.Si., M.Sc.; Ketua Panitia Pembangunan TK ABA Patehan, Dr. Evi Grediani, M.Sc., Ak., CA.; serta para tokoh dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan fisik.“Hari ini kita tidak hanya meletakkan batu pertama secara fisik, tetapi juga meletakkan fondasi harapan akan kejayaan pendidikan kita di masa depan.”
Bapak Aris juga mengingatkan bahwa perjalanan TK ABA Patehan tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Meski sempat terdampak revitalisasi, semangat para guru dan anak-anak untuk terus belajar tidak pernah surut.“Kita menyadari, meski sempat terdampak revitalisasi, semangat perjuangan para guru dan anak-anak untuk terus belajar tidak pernah surut.”
Menurutnya, pembangunan gedung ini lahir dari keprihatinan, ikhtiar, dan doa yang terus dipanjatkan oleh para guru.
“Di balik bangunan ini, ada keprihatinan, ikhtiar, serta doa-doa yang terpanjat di sepertiga malam dari para ibu guru. Hari ini, Allah SWT menjawab doa-doa tersebut melalui ketulusan para donatur dan pewakif.”
Wakaf dan Jihad Produktif
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kota Yogyakarta memberikan apresiasi atas ketulusan Ibu Sri Puji Lestari sebagai pewakif yang telah memberikan dukungan besar bagi pembangunan TK ABA Patehan.
“Ibu Puji telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan TK ABA Patehan. Beliau tidak hanya mewakafkan harta, tetapi juga menyumbangkan tenaga dan pikirannya. Inilah yang kita sebut sebagai wakaf dan jihad produktif.”
Semangat wakaf produktif tersebut menjadi contoh nyata bagaimana harta yang diwakafkan dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan.
Bapak Aris juga mengingatkan tentang tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.“Pahala ini akan terus mengalir selama anak-anak kita menuntut ilmu di sini. Ibu Puji selaku pewakif sudah menjalankan dua poin di atas, yakni sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat.”
Nilai tersebut menjadi ruh dari pembangunan TK ABA Patehan. Gedung yang dibangun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana untuk menghadirkan pendidikan yang memberikan manfaat bagi anak-anak, keluarga, masyarakat, dan umat.
Ketua PDM Kota Yogyakarta juga menyampaikan pesan penting kepada para guru TK ABA Patehan.
“Ini adalah amanah yang sangat besar dari PDM. Gedung yang berdiri saat ini sudah megah, maka tugas kita selanjutnya adalah mengisinya dengan akhlak yang megah bagi para santri dan siswa.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa kualitas sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan, tetapi terutama oleh kualitas pendidikan, keteladanan guru, pembentukan karakter, serta akhlak para murid.
Sinergi Sekolah dan Wali Murid
Kepada para wali murid, Bapak Aris mengajak agar terjalin sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah.“Mari kita bangun sinergi yang kuat antara orang tua dan pihak sekolah demi tumbuh kembang anak-anak kita.”
Sementara kepada para tokoh dan masyarakat, disampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan.“Dukungan dan support dari seluruh elemen masyarakat sangatlah berarti. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi aktif tokoh dan warga sekitar.”
Perjuangan pembangunan TK ABA Patehan juga mengingatkan kembali pada spirit perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan.
“Perjuangan ini mengingatkan kita pada pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Beliau memulainya dari ketidakpunyaan, namun karena niat yang ikhlas, Allah mengirimkan orang-orang baik untuk berjuang bersama.”
Semangat tersebut menjadi inspirasi bahwa sebuah perjuangan yang dimulai dari niat yang tulus, kepedulian, dan kebersamaan akan mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

