Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Islam

Publish

17 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
143
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kajian Jelang Berbuka ke-16 yang diselenggarakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Ahad (16/03) berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya Kabid Kemasyarakatan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Muh. Saeful Effendi, S.Pd., M.Pd.Bi. Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY, Zainal Arifin, serta Kepala Kantor Layanan LAZISMU UAD, Andy Putra Wijaya, S.E.I., M.S.I. Selain itu, turut hadir Direktur PT Inamas Sintesis Teknologi (INASTEK) serta para jamaah dari Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) se-DIY.

Pada kesempatan ini, Muhammad Aziz, S.T., M.Cs., Ph.D. yang merupakan Kepala Pusat Studi dan Analisis Kebijakan Nasional UAD, bertindak sebagai pemateri utama. Dalam kajiannya, ia menyampaikan materi bertajuk Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Islam, yang membahas bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung perkembangan masyarakat Muslim dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketua MPKS PWM DIY, Zainal Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara UAD, HIDIMU, dan berbagai pihak lain sangat penting untuk terus diperkuat guna memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, termasuk dalam aspek ideologi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi. Ia juga berharap agar kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin erat di masa mendatang.

Sementara itu, Direktur PT INASTEK yang diwakili oleh Bayu Hari Santoso menyampaikan bahwa perusahaannya sangat tertarik untuk menjalin kerja sama dengan HIDIMU dalam berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok difabel. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai wujud nyata dalam memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam masyarakat.

Kajian kali ini juga dimeriahkan dengan penyerahan simbolis bingkisan dari PT INASTEK kepada perwakilan HIDIMU, yang didampingi oleh Ketua MPKS PWM DIY dan Kabid Kemasyarakatan LPSI UAD. Penyerahan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan komunitas difabel dalam lingkungan Muhammadiyah.

Dalam sambutan penutup, Kabid Kemasyarakatan LPSI UAD, Muh. Saeful Effendi, menekankan bahwa UAD berkomitmen untuk terus menebar manfaat tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam aspek sosial kemasyarakatan. Ia berharap masjid Islamic Center UAD dapat menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi bagi semua lapisan masyarakat.

Kajian Jelang Berbuka ke-16 ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kolaborasi antara UAD, Muhammadiyah, komunitas difabel, dan pihak industri dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya. Harapannya, acara serupa dapat terus diadakan untuk mendukung pengembangan keilmuan dan kesejahteraan umat.

Pada kajian ini, Muhammad Aziz, S.T., M.Cs., Ph.D. berbagi wawasan mendalam mengenai peran big data dan kecerdasan buatan dalam mendorong inovasi digital, termasuk dalam konteks dakwah Islam.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana big data dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi di berbagai sektor industri. "Big data memungkinkan kita untuk menganalisis tren secara real-time, yang pada akhirnya membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan AI dalam bisnis dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Selain itu, Aziz menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengadopsi teknologi ini. "Kita masih menghadapi kendala dalam infrastruktur digital dan ketersediaan tenaga ahli di bidang AI dan big data. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat transformasi digital," jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya literasi data bagi masyarakat. "Bukan hanya para profesional di bidang teknologi, tetapi masyarakat umum juga perlu memahami bagaimana data bekerja dan bagaimana AI dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa di era digital ini, penguasaan data menjadi kunci utama dalam bersaing di dunia industri. "Siapa yang bisa mengolah data dengan baik, dialah yang akan memimpin pasar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun ekosistem digital yang solid dan terus berinovasi," katanya.

Ia juga menyoroti pemanfaatan internet dan teknologi digital dalam dakwah Islam. "Dakwah saat ini tidak hanya dilakukan melalui ceramah di masjid atau majelis taklim, tetapi juga harus memanfaatkan media digital untuk menjangkau lebih banyak orang. Internet memungkinkan penyebaran ajaran Islam dengan lebih luas dan cepat," jelasnya.

Ia mengutip beberapa ayat Al-Qur'an, seperti QS. Yusuf:108 yang menekankan pentingnya dakwah berbasis ilmu dan kebijaksanaan. "Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik," tambahnya mengutip QS. An-Nahl:125.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang peran media sosial dalam dakwah Islam. "Saat ini, kita melihat banyak dai yang menggunakan YouTube, Instagram, hingga TikTok untuk menyampaikan pesan-pesan Islam yang mencerahkan. Namun, kita juga harus waspada terhadap penyalahgunaan teknologi ini, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan media sosial untuk kepentingan negatif," tegasnya.

Kajian ini ditutup dengan pesan dari Aziz yang mengajak para jamaah untuk terus memperdalam pemahaman tentang big data, AI, dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang, termasuk dakwah. "Teknologi ini akan terus berkembang, dan kita harus siap untuk menghadapinya. Mari kita manfaatkan peluang ini untuk membawa Indonesia menuju era digital yang lebih maju, serta menjadikan dakwah Islam lebih inklusif dan efektif," pungkasnya. (Giti/m)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 60 persen atau 7,9 juta luas tanah di Indonesia mengala....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Tim Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Kudus(UMKU) meraih juara umum....

Suara Muhammadiyah

25 August 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Senam sehat Milad ke-105 Mu’allimin yang diikuti 3.000 orang pese....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

KL, Suara Muhammadiyah – Kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Indonesia denga....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan P....

Suara Muhammadiyah

18 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah