Pembelajaran Mendalam dan TKA: Strategi Kemendikdasmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Publish

29 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
38
Foto Dok SM

Foto Dok SM

Kemendikdasmen dan Suara Muhammadiyah Sosialisasikan Konsep Pembelajaran Mendalam di Yogyakarta

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah menggelar Seminar dan Sosialisasi Deep Learning pada Jumat (29/8) di Ballroom Lantai 3 SM Tower Malioboro, Yogyakarta. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang berfokus pada pengalaman belajar yang holistik dan bermakna bagi siswa.

Sesi pemaparan materi yang berlangsung hangat ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Ahli Madya Pengembangan Kurikulum Kemendikdasmen RI, Iip Ichsanudin; Pegiat Pendidikan sekaligus Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Rina Ratih Sri Sudaryani; dan Kasubbag Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen RI, Muhammad Nur Aditya. Diskusi yang mendalam ini dipandu oleh Direktur Media dan Publikasi PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah, Isngadi Marwah Atmadja.

Iip Ichsanudin memaparkan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) hadir untuk melengkapi pendekatan pembelajaran yang sudah ada dengan menambahkan karakteristik praktik pedagogi yang lebih memuliakan. Menurutnya, pendekatan ini menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Hal ini dicapai melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Lebih lanjut, Iip menjelaskan tiga pilar utama dari Pembelajaran Mendalam. Pertama adalah berkesadaran, di mana peserta didik memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar aktif yang mampu meregulasi diri. Mereka memahami tujuan belajar, termotivasi secara intrinsik, serta aktif mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pilar kedua adalah bermakna, yang memungkinkan peserta didik merasakan manfaat dan relevansi dari apa yang dipelajari untuk kehidupannya, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata.

Pilar terakhir adalah menggembirakan. Suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi menjadi kunci. Dalam kondisi ini, peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya. "Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan," jelas Iip.

Prof. Rina Ratih Sri Sudaryani menyoroti peran krusial tenaga pendidik dalam penerapan konsep ini. Menurutnya, implementasi tiga pilar deep learning dalam pembelajaran membutuhkan guru yang kreatif dan inovatif. Guru dituntut untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus mencoba hal-hal baru agar pembelajaran benar-benar berpusat pada peserta didik. Ia menekankan bahwa kreativitas guru adalah motor penggerak utama keberhasilan pendekatan ini.

Selain itu, faktor lingkungan juga memegang peranan penting. Lingkungan pembelajaran yang kondusif, pemanfaatan beragam sumber belajar, dan penggunaan media ajar yang variatif akan menjadi faktor pendukung utama terciptanya pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. "Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik, karena ini sangat berpengaruh terhadap terciptanya pembelajaran yang aktif," ujar Prof. Rina.

Meskipun potensi teknologi sangat besar untuk mendukung Pembelajaran Mendalam, Prof. Rina mengingatkan adanya tantangan di lapangan. "Meskipun potensi teknologi dalam mendukung pembelajaran semakin besar, realitas di lapangan menunjukkan adanya kebingungan dan ketidaksiapan dalam penerapan pendekatan deep learning di tingkat sekolah dasar," ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Nur Aditya memperkenalkan kebijakan baru dari Pusat Asesmen Pendidikan, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk memenuhi kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik murid yang objektif. Data objektif ini sangat diperlukan untuk berbagai keperluan, seperti seleksi masuk jenjang pendidikan lebih lanjut, seleksi akademik lainnya, penyetaraan jalur pendidikan, hingga pemetaan mutu untuk perbaikan proses pembelajaran.

Aditya menegaskan bahwa TKA hadir untuk melengkapi sistem penilaian yang ada, bukan menggantikan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Pelaksanaannya bersifat opsional dan akan mulai diujicobakan pada November 2025 untuk siswa kelas 12 jenjang SMA/MA/SMK sederajat. "Kelulusan siswa tetap sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan. TKA ini ditujukan bagi murid yang memerlukan informasi capaian akademik dari penilaian eksternal yang terstandar," jelasnya.

TKA juga tidak dirancang untuk menggantikan instrumen seleksi nasional seperti SNBP maupun SNBT. Fungsinya lebih sebagai validator rapor yang diharapkan dapat mendorong proses penilaian di satuan pendidikan menjadi lebih objektif. Dengan mengukur capaian akademik pada beberapa mata pelajaran tertentu, hasil TKA diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat objektivitas proses seleksi secara keseluruhan.

Acara Seminar dan Sosialisasi Deep Learning ini dihadiri ratusan guru di Yogyakarta dan sekitarnya. Baik guru sekolah negeri maupun swasta mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib, yang juga Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Turut dihadiri Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Arif Jamali Muis, hingga Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Anang Ristanto. (Riz)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Dalam Rangka memeriahkan kegiatan Tabligh Akbar PDM Pemalang, Lembaga....

Suara Muhammadiyah

5 March 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Tips sukses kepala sekolah jadikan transformasi jadi sekolah....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor UMJ, Warek II, Ketua BPM, Ketua LPPM, Ketua SPI, Ka. Unit ....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muchild) mengadakan kegiatan kunjung....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara melalui Lembaga Budaya, S....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah