BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara menggelar kegiatan Pembinaan Pesantren Muhammadiyah: Penjaminan Mutu dan Metodologi Pembelajaran Dirasah Islamiyah di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Banjarnegara (PUSDAMU), Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola dan pembelajaran pesantren Muhammadiyah di wilayah Banjarnegara, Wonosobo, dan Purbalingga.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari sebelas pondok pesantren Muhammadiyah di Kabupaten Banjarnegara, yaitu MBS Sabilurrasyad, PM Cahaya Quran, PM Ahmad Dahlan, PM Al-Madina, PM Ki Bagus Hadikusumo, MBS Wanayasa, PM Istana Quran, Kampung Quran, MBS Bumi Syahadaat, PM Jabal Rahman, dan PM Daarul Falah. Hadir pula perwakilan Trenclass SMA Muhammadiyah Wonosobo, unsur PDM Banjarnegara, PM Daarul Hufadz Purbalingga, PM Darussalam Slinga serta para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Ketua panitia, Ust. Arif Riadi, M.Pd. dalam laporannya menceritakan bahwa perjalanan menjemput Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. Masykuri, M.Ed. menjadi awal diskusi yang produktif mengenai pengembangan pesantren. Dalam perjalanan tersebut, beliau membahas berbagai inovasi pembinaan pesantren, termasuk program Kemah Tahfiz yang berkembang di Sulawesi Selatan. Ust Arif sampaikan Banjarnegara pun telah memiliki program unggulan seperti Jambore Pesantren dan Liga Santri yang diharapkan terus dikembangkan sebagai media pembinaan karakter dan kompetensi santri.
Ketua LP2 PDM Banjarnegara, Drs. A. Saifudin Zuhri, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat mutu pesantren melalui beberapa agenda utama, yaitu penjaminan mutu pesantren melalui akreditasi, strategi branding pesantren melalui media sosial, sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UHAMKA, pelatihan metodologi pembelajaran hadis, serta penerapan Cooperative Learning berbasis Outcome Based Education (OBE) di lingkungan pesantren Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Saifudin juga memberikan apresiasi kepada MBS Wanayasa yang berhasil meraih peringkat kedua Terbaik Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kabupaten Banjarnegara. Ia menegaskan bahwa mengelola pesantren memang penuh tantangan, namun seluruh pengelola harus terus belajar dan meningkatkan kualitas lembaga.
"Ikutilah kegiatan ini hingga selesai. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memajukan pesantren Muhammadiyah agar semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman," pesannya.
Sementara itu, Ketua PDM Banjarnegara, Drs. H. Sobri, menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai pintu memahami ajaran Islam secara utuh. Menurutnya, bahasa Arab bukan sebatas bahasa agama, tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan yang telah terjaga keasliannya melalui Al-Qur'an.
Mengutip firman Allah QS Al-A’raf ayat 204, "Fastami'u lahu wa anshitu" (maka dengarkanlah dan diamlah), H. Sobri menjelaskan bahwa umat Islam tidak cukup hanya mampu membaca teks Arab, tetapi juga harus memahami makna dan kandungannya secara mendalam.
Ia mengingatkan pentingnya metode pembelajaran yang tepat dengan mengutip kaidah pendidikan Arab, "Ath-thariqah ahammu minal maddah" (metode lebih penting daripada materi). Menurutnya, keberhasilan pembelajaran bahasa Arab sangat ditentukan oleh metode yang digunakan, termasuk membiasakan santri aktif berbicara dalam bahasa Arab agar kemampuan komunikasinya terus berkembang.
Selain pembinaan metodologi pembelajaran, kegiatan ini juga menghadirkan sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UHAMKA yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang S1 hingga S3 melalui pengakuan pengalaman belajar dan kompetensi yang dimiliki.
Pada sesi utama, Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. Masykuri, M.Ed. menyampaikan bahwa kunjungannya ke Banjarnegara merupakan yang kedua kalinya setelah kerja sama pembinaan pesantren dengan UHAMKA dimulai pada tahun sebelumnya. Menurutnya, kehadiran LP2 PP Muhammadiyah merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk terus mendampingi perkembangan pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sejak Januari, LP2 PP Muhammadiyah secara intensif melaksanakan program TURBA ke berbagai pesantren Muhammadiyah di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas.
Menurut Dr. Masykuri, perkembangan pesantren Muhammadiyah saat ini sangat pesat. Namun, berdasarkan pengalamannya selama sebelas tahun memimpin LP2 PP Muhammadiyah, terdapat dua tantangan utama yang masih dihadapi banyak pesantren, yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen kelembagaan.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai salah satu ciri pesantren Muhammadiyah yang mengusung semangat Islam Berkemajuan.
"Pesantren Muhammadiyah harus mampu menyiapkan lembaga pendidikan masa depan. Selain Trensains, kita juga perlu mengembangkan pesantren berbasis eco-sains dan teknologi sehingga lahir kader Muhammadiyah yang memahami agama sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan perkembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.
Dr. Masykuri menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah pesantren, tetapi lebih mengutamakan mutu. Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila kualitas pendidikan terus dijaga.
Ia menjelaskan bahwa LP2 PP Muhammadiyah telah mengembangkan sistem audit mutu pesantren yang menilai berbagai aspek, salah satunya mutu lulusan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran, kompetensi guru dan ustaz, kurikulum, serta kelengkapan administrasi kelembagaan.
Pesantren yang telah memiliki izin operasional, kurikulum, dan perangkat pembelajaran sesuai standar LP2 PP Muhammadiyah, lanjutnya, dapat mengajukan diri untuk mengikuti audit mutu sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Menutup pemaparannya, Dr. Masykuri mengajak seluruh pengelola pesantren untuk terus membangun budaya mutu dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
"Kesadaran terhadap kualitas harus tumbuh dari diri kita sendiri. Islam Berkemajuan adalah amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja keras, inovasi, dan komitmen untuk menghadirkan pesantren Muhammadiyah yang unggul serta berdaya saing," pungkasnya.

