Perbarui MoU dengan Ma'had Mohammed VI, Muhammadiyah Perluas Peluang Studi di Maroko

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

309
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan penandatanganan MoU dengan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah, Rabu (15/7) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat.

Penandatangan MoU dipimpin Syafiq A Mughni, Ketua PP Muhammadiyah dan Syaikh Abderrachim Al Amine, Mudir Ma’had Mohammed VI.

Menurut Syafiq, institut Ma’had Mohammed VI ini berfokus pada pelestarian, pembelajaran, dan penelitian ilmu-ilmu Al-Qur'an serta Qira'at (ragam bacaan Al-Qur'an).

“Tentu studi tujuannya tidak hanya studi Qur'an dalam arti yang sempit, tetapi sangat luas meliputi berbagai macam cabang ilmu pengetahuan,” ujar Syafiq.

Syafiq juga menuturkan, sebelumnya PP Muhammadiyah telah melakukan MoU serupa itu. Dan sudah berjalan program-programnya.

"MoU ini merupakan pembaruan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dan telah melahirkan berbagai program," bebernya.

Sehingga, dari situ kemudian, menjadi kans bagi PP Muhammadiyah untuk dapat menambah jumlah pengiriman mahasiswa studi di institut tersebut lebih banyak lagi.

“Mudah-mudahan ia akan lebih terbuka luas untuk kerja sama baik di bidang pengiriman mahasiswa kita untuk studi di sana maupun dalam program kerja sama akademik dalam bentuk seminar, konferensi maupun dalam bentuk penelitian,” terangnya.

Upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah ini, kata Syafiq, merupakan langkah mencerdaskan kehidupan bangsa lewat koridor pendidikan. “Ini bagian usaha dari internasionalisasi Muhammadiyah,” tekannya.

Bersamaan dengan itu, Syafiq mengemukakan, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan, dakwah, dan pembaruan Islam, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Pengembangan pendidikan Al-Qur'an dan ilmu-ilmu keislaman menjadi sangat penting bagi Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, madrasah, perguruan tinggi, serta masjid yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” terangnya.

Semua lembaga tersebut tentunya memerlukan guru, pendidik, dan kader yang memiliki pemahaman Islam yang benar dan mendalam. Dalam konteks itulah, kata Syafiq, Ma'had di Rabat memiliki posisi yang sangat strategis bagi Muhammadiyah.

“Lembaga ini diharapkan dapat melahirkan para ulama dan pendidik yang mampu membimbing umat Islam di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Juga, diharapkan memiliki pemahaman Islam yang benar sehingga dapat memberikan bimbingan dalam ibadah, akhlak, serta kehidupan sehari-hari.

“Muhammadiyah terus berupaya melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Insyaallah, Muhammadiyah akan terus berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan serta mencetak kader-kader yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Melalui Pernyataan Pers Nomor: 001/PER/I.0/A/2024 tentang pelaksa....

Suara Muhammadiyah

15 February 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – “Kami sangat senang, Kak, karena akhirnya sekolah kami di....

Suara Muhammadiyah

22 October 2025

Berita

Peningkatan Kualitas Pengawas Pelaksanaan Perda CILACAP, Suara Muhammadiyah - Peserta sosialisasi p....

Suara Muhammadiyah

1 October 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Semua Kantor LAZISMU di Wilayah Kalimantan Tengah antusias m....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali menunjukkan komit....

Suara Muhammadiyah

20 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah