JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) resmi mempertegas posisinya dalam peta transformasi digital nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan AIM ASEAN (inisiasi Kumpul Impact), DPP IMM meluncurkan program pelatihan Artificial Intelligence (AI) berskala nasional yang ditujukan bagi kader IMM dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Acara bertajuk "Seminar Nasional & Kick-Off Program DPP IMM x AIM ASEAN" ini digelar secara daring pada Ahad (25/4). Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya membangun kedaulatan digital bangsa.
Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, M.Psi., dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Program ini merupakan implementasi nyata dari visi besar yang ia gagas dalam bukunya, "IMM Masa Depan".
"Kader IMM di 36 provinsi harus menjadi pionir digital. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton dari kemajuan zaman," tegas Riyan.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan kado spesial menyambut Milad IMM ke-60 sekaligus respons cepat terhadap arahan pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan talenta digital nasional.
Program AIM ASEAN membawa misi besar untuk memberikan kesempatan yang setara (level the playing field) bagi talenta Indonesia di kancah regional. Marcellinus Oliver, selaku Project Management Officer AIM ASEAN, menjelaskan bahwa program ini menargetkan pemberdayaan 32.000 pelaku usaha di wilayah Indonesia Barat.
"Kami ingin pelaku usaha kita memiliki kompetensi yang setara dengan negara maju seperti Singapura. AI adalah kunci untuk beralih dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berbasis nilai tambah (value creation)," ujar Marcellinus.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif dan menjangkau seluruh pelosok negeri, DPP IMM telah menunjuk Saipul Haq sebagai Koordinator Nasional. Dalam perannya, Saipul Haq bertanggung jawab mengawal proses mobilisasi masif kader serta memastikan sinkronisasi antara instruksi pusat dan pelaksanaan di tingkat daerah.
DPP IMM menargetkan mobilisasi sebanyak 2.000 hingga 5.000 kader untuk mengikuti pelatihan ini. Saipul Haq menekankan pentingnya peran aktif kader sebagai fasilitator digital di daerah masing-masing guna membantu UMKM lokal melek teknologi.
Salah satu poin krusial dalam program ini adalah pemberdayaan perempuan. Mengingat banyaknya pelaku UMKM perempuan yang harus membagi peran antara rumah tangga dan bisnis, AI diposisikan sebagai "asisten virtual" yang mampu menghemat waktu dalam pembuatan konten pemasaran, riset produk, hingga manajemen operasional.
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif melalui platform self-learning dengan akses selamanya. Kurikulum terdiri dari lima modul utama yang mencakup dasar-dasar AI, tahapan adopsi, etika, aspek teknis implementasi, hingga kesiapan budaya organisasi.
Cara Mendaftar
Bagi kader IMM dan pelaku UMKM yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi aim-asean.id. Peserta diimbau untuk memilih opsi "Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah" pada kolom asal informasi program guna memastikan integrasi data dalam kerja sama strategis ini.
Melalui sinergi yang dipimpin oleh tim koordinasi nasional ini, DPP IMM optimis dapat mencetak generasi yang kompetitif secara digital demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

