Mahasiswa UMM Kembangkan Alat Deteksi Air Budidaya Udang

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

1649
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Inovasi tidak selalu berkaitan dengan penciptaan sesuatu yang baru. Tapi, inovasi dapat berupa pengembangan dan penyempurnaan produk yang sudah ada. Sama seperti yang dilakukan oleh Nur Rosyidatul Hasanah dan tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menciptakan alat deteksi kualitas air budidaya udang. Alat yang dinamakan Emergency Alert System (EAS) memiliki enam sensor yang terintegrasi dengan internet. 

Oci, nama sapaannya, mengatakan bahwa alat ini dikembangkan untuk memudahkan petambak udang. Utamanya dalam mengecek kualitas air tanpa harus datang langsung ke tempat budidaya. “Karena alat ini terintegrasi dengan ponsel, jadinya mereka tidak perlu datang ke lokasi untuk mengecek kualitas air. Mereka cukup menggunakan gawai di mana saja dan kapan saja,” ucapnya. 

Lebih lanjut, EAS memiliki perbedaan sensor dengan alat yang sudah ada. Jika alat yang biasa digunakan hanya memiliki satu sensor, EAS memiliki enam sensor sekaligus. Dengan begitu bisa semakin memudahkan para petambak. Sensor pada EAS bertindak dengan melakukan pengecekan pada air tambak kemudian data yang didapat akan ditampilkan pada aplikasi yang terintegrasi dengan ponsel. 

Semua aspek sensor yang terdapat pada EAS didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8313.1-2016. Meliputi suhu normal pada tambak udang berkisar 23-30 derajat celcius, salinitas atau tingkat keasinan berkisar 23-30 ppt, kadar amonia 0,02-0,06, pH air sebesar 7,8-8,5, total padatan terlarut (TDS) 352-5,5 ppm dan kadar oksigen berkisar 4,84-5,5. 

Proses pembuatan EAS ini dilakukan selama empat bulan terhitung sejak Mei hingga Agustus. Oci tidak menampik bahwa pengembangan EAS mendapati banyak kendala. Salah satunya ketidakcocokan antara kondisi kualitas air sebenarnya dengan data yang ditampilkan pada ponsel. 

“Jadi saat proses uji coba, data yang ditampilkan pada ponsel memiliki hasil yang berbeda dengan hasil pengecekan oleh alat lain. Ini membuat kami harus memutar otak mencari solusinya,” kata Oci. 

Adapun ara kerja EAS yakni dengan mendeteksi kualitas air pada tambak udang. Sebelumnya, EAS harus dipastikan terhubung dengan aplikasi yang disediakan. Pada saat pengecekan, Arduino yang berlaku sebagai otak dari alat tersebut akan mengirim data dari ke enam sensor kemudian hasil tersebut akan ditampilkan pada ponsel. 

Oci dan tim berharap, EAS dapat berguna bagi petambak rakyat sehingga tidak perlu terjun langsung ke tambaknya. Dengan begitu, mereka memiliki efektivitas waktu yang bisa digunakan untuk hal lain. Ia dan tim juga akan terus mengembangkan EAS seperti penambahan fitur sensor. Apalagi pengecekan kualitas air tidak hanya terpaku dengan 6 aspek tersebut saja. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar wisuda ke....

Suara Muhammadiyah

29 December 2024

Berita

Gandeng SSI untuk Standar Mutu Laboratorium Tersertifikasi JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pe....

Suara Muhammadiyah

10 January 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melepas tiga mahasiswa y....

Suara Muhammadiyah

2 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Wujud pendidikan karakter tidak hanya dipahami peserta didik di ....

Suara Muhammadiyah

28 January 2026

Berita

Ajang Syiar dan Dakwah Muhammadiyah dengan HW Drumband  CILACAP, Suara Muhammadiyah - Hizbul W....

Suara Muhammadiyah

18 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah