CILACAP, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2026 di Aula RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, Kamis (23/4/2026).
Rakor dihadiri oleh jajaran Pengurus MPM PDM Cilacap, pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), KBIHU Al Mabrur Cilacap, Lazismu Cilacap, serta manajemen rumah sakit. Hadir Direktur Eko Budi Santoso dan Wakil Direktur Panji Aryandaru.
Acara dibuka oleh Sekretaris MPM PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain menegaskan bahwa rakor merupakan momentum strategis untuk menyatukan visi, menguatkan sinergi lintas lembaga, serta merumuskan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Rapat koordinasi ini bukan sekadar forum pertemuan rutin, tetapi momentum strategis untuk menyatukan visi, menguatkan sinergi, dan merumuskan program yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan hewan qurban dan dam haji,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya atas dukungan fasilitas dan layanan.
"Kegiatan dapat terselenggara dengan baik hingga paripurna," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, Eko Budi Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap berbagai kegiatan persyarikatan Muhammadiyah.
“RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya pada prinsipnya sangat terbuka untuk kegiatan persyarikatan. Namun karena keterbatasan ruang atau aula yang ada saat ini, kami terkadang harus membatasi jumlah peserta," jelasnya.
Rakor secara khusus membahas penguatan program penyediaan dan pengelolaan hewan qurban/dam haji berbasis pemberdayaan peternak lokal.
"Program ini dirancang sebagai model integrasi antara ibadah dan penguatan ekonomi umat," jelasnya.
Sejumlah poin strategis yang disepakati dalam forum antara lain: Penguatan sinergi antara MPM, JATAM, KBIHU Al Mabrur, dan Lazismu. Pembentukan tim pelaksana program yang terstruktur dan terintegrasi. Penyusunan sistem operasional (SOP) yang syar’i, profesional, dan transparan. Komitmen implementasi program secara berkelanjutan
Melalui Rakor ini, MPM PDM Cilacap menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program berbasis ibadah.
"Program yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga berdampak nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat," tandasnya.
Kegiatan ditutup pada pukul 13.00 WIB dengan semangat kebersamaan dan komitmen.
"Segera menindaklanjuti hasil-hasil kesepakatan dalam bentuk aksi nyata di lapangan," pungkasnya.(bbz/wasis)
