BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menggelar pertemuan daring bersama para alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, Senin (5/1).
Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi kader tarjih sekaligus penanda kesiapan Tarjih Jabar untuk melahirkan berbagai program strategis ke depan.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Barat, Sofian Al-Hakim, menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki arti penting karena menjadi ruang penghubung antara PWM Jawa Barat dengan para alumni PUTM. Menurutnya, jejaring ini perlu diaktifkan agar potensi keilmuan dan kaderisasi ulama tarjih dapat dimaksimalkan melalui program-program bersama.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi pintu masuk untuk menjalankan berbagai agenda keilmuan dan dakwah tarjih secara kolaboratif,” ujar Sofian.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang direncanakan antara lain penyelenggaraan halaqah tarjih yang berfokus pada penguatan kapasitas ketarjihan, pembahasan isu-isu keagamaan kontemporer, serta perumusan strategi sosialisasi dan internalisasi produk-produk tarjih Muhammadiyah kepada warga persyarikatan dan masyarakat luas.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Barat, Cecep Taufiqurrohman, menyoroti pentingnya pendataan alumni PUTM secara sistematis. Menurutnya, keberadaan database alumni menjadi kebutuhan mendesak agar kader-kader ulama tarjih dapat dilacak, dipetakan kompetensinya, dan diberdayakan secara lebih optimal.
“Selama ini sering muncul anggapan bahwa Muhammadiyah kekurangan ulama. Padahal, salah satu persoalannya adalah belum terkelolanya data kader secara rapi. Dengan database alumni PUTM, potensi itu bisa diidentifikasi dan diaktifkan,” jelas Cecep.
Pertemuan tersebut diikuti oleh sekitar 20 kader tarjih alumni PUTM. Hadir pula Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Kokom Komariah. Ia mengaku gembira dapat terhubung langsung dengan para alumni PUTM dan menyambut baik inisiatif kolaborasi lintas majelis dan organisasi otonom.
“Koneksi ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dakwah, khususnya dalam pengembangan pemikiran keislaman dan pembinaan umat di Jawa Barat,” ungkap Kokom.
Sebagai tindak lanjut konkret, Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Barat telah menyiapkan program terdekat berupa kegiatan tarhib Ramadan yang akan digelar di Masjid Mujahidin, Bandung. Kegiatan ini direncanakan menjadi ruang aktualisasi awal bagi para alumni PUTM sekaligus ajang penguatan peran tarjih dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dengan konsolidasi ini, Tarjih Jabar optimistis dapat menghadirkan gebrakan baru dalam pengembangan keilmuan, dakwah, dan kaderisasi ulama Muhammadiyah di tingkat wilayah.

