Pilar Peradaban Ekonomi Umat, Muhammadiyah Harus Hadirkan Ekonomi Kolektif yang Bermaslahat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
284
Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Tak dapat dinafikan, di tengah lipatan zaman dan lilitan tantangan yang semakin kompleks, Muhammadiyah mampu bertahan sampai sekarang. Lebih dari 100 abad berdiri, menorehkan bunga rampai capaian positif di banyak sektor kehidupan.

Di situ, sektor penekanannya pada pengembangan ekonomi. Tak ayal, Muhammadiyah dikemukakan Airlangga Hartarto, memegang peranan substansial. 

"Organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia," beber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tersebut.

Karenanya, menjadi sangat penting bagi Muhammadiyah, lebih-lebih di ruang lingkup Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, untuk mencandra masa depan ekonomi secara berkelanjutan.

“Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%,” ujar Airlangga dalam Dialog Menko Perekonomian dengan Warga Muhammadiyah, Jumat (6/2) di Hyaat Regency Yogyakarta, Tentara Pelajar, Panggung Sari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Di satu sisi, Mohammad Zainal Fatah, menggarisbawahi ekosistem pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah berupaya mengambil manfaat yang sebaik mungkin untuk kepentingan nasional dan dalam jangka panjang.

“Untuk menjadi bagian dari apa yang kita persembahkan kepada Indonesia yang kita cintai," jelas Plt Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Yang diperlukan adalah gagasan pokoknya. Kata Zainal, gagasan pokoknya mendasari pada aspek teologi Al-Maun. “Yang intinya adalah inklusi,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, kiprahnya terjun ke akar rumput sebagai upaya lebih konkret menekankan titik orientasinya.

“Karena sesungguhnya kami diajari menjadi saudagar,” ucapnya, gamblang. Dan pada konteks ini, Muhammadiyah telah mengejawantahkannya.

“Kami juga punya titik-titik kegiatan ekonomi di seluruh nasional,” jelasnya.

Tampilan di permukaan menunjukkan, gerakan dakwah ekonomi Muhammadiyah berkomitmen menumbuhkan denyut ekonomi secara mandiri. Pada saat yang sama, berusaha sedemikian rupa ekonomi berkembang lebih baik lagi.

“Kita ingin bersama-sama besar dan tumbuh bersama-sama menjadi aktivitas kolektif, kegiatan ekonomi kolektif,” sambungnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah – Kantor Layanan Lazismu Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat (....

Suara Muhammadiyah

27 March 2025

Berita

KARTASURA, Suara Muhammadiyah – Semarak Milad Muhammadiyah ke-112 diwarnai dengan kegiatan khi....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Disrupsi Artificial Intelligence (AI) akan menggeser sebanyak 83 juta l....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Parade Dokumenter atau yang dikenal sebagai Paradok, kembali ....

Suara Muhammadiyah

27 July 2025