Pilar Peradaban Ekonomi Umat, Muhammadiyah Harus Hadirkan Ekonomi Kolektif yang Bermaslahat

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

756
Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Tak dapat dinafikan, di tengah lipatan zaman dan lilitan tantangan yang semakin kompleks, Muhammadiyah mampu bertahan sampai sekarang. Lebih dari 100 abad berdiri, menorehkan bunga rampai capaian positif di banyak sektor kehidupan.

Di situ, sektor penekanannya pada pengembangan ekonomi. Tak ayal, Muhammadiyah dikemukakan Airlangga Hartarto, memegang peranan substansial. 

"Organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia," beber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tersebut.

Karenanya, menjadi sangat penting bagi Muhammadiyah, lebih-lebih di ruang lingkup Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, untuk mencandra masa depan ekonomi secara berkelanjutan.

“Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%,” ujar Airlangga dalam Dialog Menko Perekonomian dengan Warga Muhammadiyah, Jumat (6/2) di Hyaat Regency Yogyakarta, Tentara Pelajar, Panggung Sari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Di satu sisi, Mohammad Zainal Fatah, menggarisbawahi ekosistem pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah berupaya mengambil manfaat yang sebaik mungkin untuk kepentingan nasional dan dalam jangka panjang.

“Untuk menjadi bagian dari apa yang kita persembahkan kepada Indonesia yang kita cintai," jelas Plt Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Yang diperlukan adalah gagasan pokoknya. Kata Zainal, gagasan pokoknya mendasari pada aspek teologi Al-Maun. “Yang intinya adalah inklusi,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, kiprahnya terjun ke akar rumput sebagai upaya lebih konkret menekankan titik orientasinya.

“Karena sesungguhnya kami diajari menjadi saudagar,” ucapnya, gamblang. Dan pada konteks ini, Muhammadiyah telah mengejawantahkannya.

“Kami juga punya titik-titik kegiatan ekonomi di seluruh nasional,” jelasnya.

Tampilan di permukaan menunjukkan, gerakan dakwah ekonomi Muhammadiyah berkomitmen menumbuhkan denyut ekonomi secara mandiri. Pada saat yang sama, berusaha sedemikian rupa ekonomi berkembang lebih baik lagi.

“Kita ingin bersama-sama besar dan tumbuh bersama-sama menjadi aktivitas kolektif, kegiatan ekonomi kolektif,” sambungnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Lazismu Kota Yogyakarta melaksanakan program KurbanMu Jangkau Pelo....

Suara Muhammadiyah

11 June 2025

Berita

SYDNEY, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah Australia terus mengukir sejarah. Akhir pekan ini in....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Acara Recon PR 2.0 yang diselenggarakan oleh Perhumas Muda Jakarta Ray....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Berita

Siap Dirikan Sekolah Darurat di Tenda Pengungsian SIKKA, Suara Muhammadiyah - Setelah peristiwa gem....

Suara Muhammadiyah

21 August 2026

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, memada....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah