Pola Pendidikan PUTM, Pertemuan Lautan Tradisi Klasik dan Pengetahuan Modern

Suara Muhammadiyah

23 August 2025

1116
Muhamad Rofiq Muzakkir, Lc., MA., PhD. Foto: Cris

Muhamad Rofiq Muzakkir, Lc., MA., PhD. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) berkelindan dengan konsep yang tengah digagas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yaitu Deep Learning (pembelajaran mendalam).

Demikian diungkapkan Muhamad Rofiq Muzakkir, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat Wisuda dan Pelepasan Thalabah PUTM, Sabtu (23/8) di Kampus 1 PUTM, Kaliurang, Ngipiksari, Pakem, Sleman, DIY.

“Sesungguhnya Deep Learning ada di sini. Belajar yang dalam dan belajar yang lama. Thalaba diajarkan untuk bermasyarakat, membina masyarakat di masjid-masjid sekitar, juga ada penggemblengan spiritual,” katanya.

Termasuk, cakupan kurikulumnya disebut Rofiq bersifat integratif. Jika dikerucutkan, para thalabah selama di PUTM, mempelajari ilmu syar’i yang mencakup ilmu maqashid. Yakni ilmu yang menjadi tujuan dalam beragama. “Ilmu yang dengannya kita memahami firman Allah, mempraktikkan firman Allah, mempraktikkan sunah-sunah Rasulullah,” ujarnya.

Selain itu, thalabah PUTM juga dibekali dengan ilmu yang lengkap. Yakni ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu fikih, dan masih banyak lagi. “Semuanya Insyaallah menjadi bekal yang cukup bagi thalabah untuk terjun pada tahapan selanjutnya. Baik tahapan pengabdian maupun tahapan yang lebih luas,” tuturnya.

Pada saat yang sama, kurikulum PUTM mengintegrasikan tradisi intelektual Islam dengan pengetahuan modern. Di sinilah Rofiq menempatkan posisi PUTM sebagai Majma' al-Bahrain. “Tempat bertemunya dua lautan, lautan tradisi intelektual klasik dan lautan pengetahuan modern,” sambungnya.

Kepada para wisudawan dan thalabah yang dilepas, agar jangan sampai stagnan dalam belajar. Dengan kekayaan ilmu yang diberikan dari PUTM, hendaknya menjadi modal berharga untuk melanjutkan perjalanan intelektual dan pengabdian dalam kehidupan nyata.

“Belajar harus tetap diluangkan. Bagilah waktu dengan baik, agar tetap ada waktu-waktu di mana kita meningkatkan kompetensi kita. Jangan lepas dari membaca buku. Jangan lepas dari belajar bahasa, terutama bahasa dunia, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Harus dikejar,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Syah Kuala Banda Aceh Usta....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Dunia akademik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kemb....

Suara Muhammadiyah

15 April 2025

Berita

Gelar Sharing Session Pengisian SPT Tahunan Pegawai Bersama KPP Pratama Tampan PEKANBARU, Suara Muh....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jenazah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., meng....

Suara Muhammadiyah

8 September 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah