SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang bersiap menunjukkan pesan inklusivitas secara konkret dalam agenda konsolidasi pasca-Ramadan. Menjelang perhelatan akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang akan digelar di Genuk pada Ahad (12/4/2026), panitia pelaksana secara resmi merangkul barisan Banser NU dan meminjam fasilitas Majelis Wakil Cabang (MWC) Genuk guna kelancaran acara.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, menegaskan bahwa perhelatan yang akan dilangsungkan di Halaman Kantor Kecamatan Genuk ini membawa pesan persaudaraan yang inklusif. Tema acara sengaja dirancang untuk merefleksikan soliditas lintas elemen masyarakat.
"Perhelatan ini bukan sekadar unjuk eksistensi organisasi, melainkan wujud nyata ukhuwah Islamiyah. Kehadiran saudara-saudara Banser yang akan turut mengamankan acara membuktikan perbedaan wadah tidak pernah menghalangi persaudaraan sejati di akar rumput," ujar akademisi UIN itu dalam keterangan persnya kepada media, Jumat (10/4/26).
Oleh karena itu, potret ukhuwah Muhammadiyah dan NU ini akan tergambar sangat jelas dalam teknis pelaksanaan di lapangan nantinya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Panitia Hari Bermuhammadiyah, H. Muhammad Sokha, S.Kom., menjelaskan pihaknya secara khusus telah meminjam halaman kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Genuk untuk perluasan lahan parkir.
"Di samping kerja sama meminjam tempat, kami juga bekerja sama di bidang pengamanan. Kami meminta bantuan tenaga Banser dan mereka menyanggupi untuk ikut menjaga," tegas Sokha.
Lebih lanjut, Sokha merinci bahwa skema keamanan akan melibatkan banyak elemen strategis. Anggota Banser jaga acara Muhammadiyah akan bersiaga bersama-sama dengan pasukan Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), pendekar Tapak Suci, dan jajaran Polsek Genuk.
Sinergi kolektif ini disiapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas sekitar 2.000 peserta yang diprediksi akan memadati lokasi di halaman Kantor Kecamatan Genuk Jl. Dongbiru Raya.
Aksi Sosial dan Pemberdayaan Lokal
Selanjutnya, momentum Halalbihalal Muhammadiyah Semarang ini akan turut menghadirkan aksi sosial yang berimplikasi langsung pada masyarakat. Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Genuk menggandeng Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Semarang untuk meluncurkan program gempur stunting. Mereka akan membagikan paket gizi spesifik senilai Rp100.000 kepada 10 balita rawan stunting di sekitar lokasi acara.
Selain itu, panitia pelaksana juga bersiap memberdayakan putaran ekonomi warga lokal secara taktis. Mereka telah menyediakan 18 stan bazar resmi untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menariknya, panitia turut melibatkan ketua RT dan RW setempatH guna mengakomodir warga sekitar yang ingin berpartisipasi.
Warga yang tidak mendapat stan resmi tetap dipersilakan berjualan di halaman rumah masing-masing. Langkah ini bertujuan menampung antusiasme ekonomi warga, namun tetap mencegah potensi kemacetan parah di sepanjang Jalan Dongbiru Raya.
