PRM Kediri Resmi Berdiri, Buah Kesetiaan Dakwah Muhammadiyah Lintas Generasi

Publish

15 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
307
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kediri resmi berdiri pada Ahad, 11 Januari 2026 di Mushola Al-Falah, Dusun Jambon, Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Peristiwa ini bukan sekadar pengesahan organisasi, melainkan peneguhan perjalanan panjang dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput yang telah dirintis lebih dari setengah abad.

PRM Kediri tercatat sebagai ranting ke-15 di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanglewas. Kehadirannya sekaligus memperkuat struktur Persyarikatan dan memperluas ikhtiar dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial yang berakar langsung pada kehidupan umat desa. Sejarah dakwah Muhammadiyah di Desa Kediri tak terpisahkan dari sosok Warno, Casim dan KH Wahidi. Di usia 96 tahun, Mbah Wahidi menjadi living history Muhammadiyah, saksi hidup bahwa dakwah tumbuh dari keikhlasan, kesabaran, dan kesetiaan lintas generasi.

Sejak 1955-1975, dakwah dirawat melalui pengajian kampung, pembinaan keagamaan, dan keteladanan para sesepuh, meski tanpa struktur formal. Mushola Al-Falah menjadi ruang kolektif perawatan dakwah tersebut, dari mana ruh Muhammadiyah dijaga secara kultural hingga akhirnya bersemi secara struktural melalui berdirinya PRM Kediri.

Wakil Ketua PCM Karanglewas, Badri, S.Pd., menilai berdirinya PRM Kediri merupakan hasil konsolidasi dakwah jangka panjang yang memperkuat basis jamaah dan kaderisasi di tingkat desa. Menurutnya, ranting menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan Persyarikatan karena langsung bersentuhan dengan kehidupan umat.

“Lahir dari proses panjang dakwah kultural yang hidup di masyarakat, Mushola Al-Falah menjadi saksi tumbuhnya Muhammadiyah secara tenang dan konsisten. PCM Karanglewas memandang PRM Kediri sebagai ranting ke-15 yang telah matang secara sosial dan spiritual, dengan tantangan ke depan menjaga ruh dakwah agar tetap membumi, inklusif, dan berkemajuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PDM Banyumas, Yuli Night Budi Permana, SPd menegaskan, PRM Kediri sebagai ranting ke-275 di Banyumas merupakan amanah dakwah kolektif. Ia menekankan pentingnya pembinaan jamaah secara berkelanjutan serta pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang berkualitas dan sesuai kebutuhan umat.

“LPCR PDM Banyumas berharap PRM Kediri menjadi model ranting hidup yang berakar pada ibadah, silaturahim, dan pengabdian sosial, serta hadir nyata dalam pelayanan umat dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Secara simbolis, Sekretaris PCM Karanglewas, Alim Fahmi, ST., S.Kom., menyerahkan berita acara pembentukan PRM Kediri kepada Fauzan Romadhon sebagai ketua terpilih. Terpilihnya Fauzan Romadhon menandai babak baru perjuangan Muhammadiyah di Desa Kediri, dari fase kultural menuju penguatan struktural yang lebih tertib dan sistematis.

Berdirinya PRM Kediri bukan sekadar pengesahan struktur, melainkan penghormatan atas kesetiaan para perintis dakwah, sekaligus amanah sejarah bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan Muhammadiyah secara istiqamah, berkelanjutan, dan membumi. (Tarqum)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Beberapa waktu yang lalu, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) Pimpinan Daerah ....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – 113 menjadi usia Muhammadiyah saat ini. Di sinilah titik vit....

Suara Muhammadiyah

9 December 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Klaten pada hari ....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Dengan mengusung tema “Memajukan Muhammadiyah Kisaran Timur, Menc....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Rumah Sakit (RS) Jiwa Prof dr Muhammad Ildrem dan Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025