PRM Kediri Resmi Berdiri, Buah Kesetiaan Dakwah Muhammadiyah Lintas Generasi

Publish

15 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
499
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kediri resmi berdiri pada Ahad, 11 Januari 2026 di Mushola Al-Falah, Dusun Jambon, Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Peristiwa ini bukan sekadar pengesahan organisasi, melainkan peneguhan perjalanan panjang dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput yang telah dirintis lebih dari setengah abad.

PRM Kediri tercatat sebagai ranting ke-15 di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanglewas. Kehadirannya sekaligus memperkuat struktur Persyarikatan dan memperluas ikhtiar dakwah, pendidikan, serta pelayanan sosial yang berakar langsung pada kehidupan umat desa. Sejarah dakwah Muhammadiyah di Desa Kediri tak terpisahkan dari sosok Warno, Casim dan KH Wahidi. Di usia 96 tahun, Mbah Wahidi menjadi living history Muhammadiyah, saksi hidup bahwa dakwah tumbuh dari keikhlasan, kesabaran, dan kesetiaan lintas generasi.

Sejak 1955-1975, dakwah dirawat melalui pengajian kampung, pembinaan keagamaan, dan keteladanan para sesepuh, meski tanpa struktur formal. Mushola Al-Falah menjadi ruang kolektif perawatan dakwah tersebut, dari mana ruh Muhammadiyah dijaga secara kultural hingga akhirnya bersemi secara struktural melalui berdirinya PRM Kediri.

Wakil Ketua PCM Karanglewas, Badri, S.Pd., menilai berdirinya PRM Kediri merupakan hasil konsolidasi dakwah jangka panjang yang memperkuat basis jamaah dan kaderisasi di tingkat desa. Menurutnya, ranting menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan Persyarikatan karena langsung bersentuhan dengan kehidupan umat.

“Lahir dari proses panjang dakwah kultural yang hidup di masyarakat, Mushola Al-Falah menjadi saksi tumbuhnya Muhammadiyah secara tenang dan konsisten. PCM Karanglewas memandang PRM Kediri sebagai ranting ke-15 yang telah matang secara sosial dan spiritual, dengan tantangan ke depan menjaga ruh dakwah agar tetap membumi, inklusif, dan berkemajuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PDM Banyumas, Yuli Night Budi Permana, SPd menegaskan, PRM Kediri sebagai ranting ke-275 di Banyumas merupakan amanah dakwah kolektif. Ia menekankan pentingnya pembinaan jamaah secara berkelanjutan serta pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang berkualitas dan sesuai kebutuhan umat.

“LPCR PDM Banyumas berharap PRM Kediri menjadi model ranting hidup yang berakar pada ibadah, silaturahim, dan pengabdian sosial, serta hadir nyata dalam pelayanan umat dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Secara simbolis, Sekretaris PCM Karanglewas, Alim Fahmi, ST., S.Kom., menyerahkan berita acara pembentukan PRM Kediri kepada Fauzan Romadhon sebagai ketua terpilih. Terpilihnya Fauzan Romadhon menandai babak baru perjuangan Muhammadiyah di Desa Kediri, dari fase kultural menuju penguatan struktural yang lebih tertib dan sistematis.

Berdirinya PRM Kediri bukan sekadar pengesahan struktur, melainkan penghormatan atas kesetiaan para perintis dakwah, sekaligus amanah sejarah bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan Muhammadiyah secara istiqamah, berkelanjutan, dan membumi. (Tarqum)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Magister Pendidikan UAD menyelenggarakan Pelatihan Literasi D....

Suara Muhammadiyah

1 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) resmi melantik delapan Koordinato....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyiyah telah banyak melahirkan para tokoh-tokoh hebat. ....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Tim dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) yang terdiri dari ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah