Semangat Memberi Menjadi Tarikan Napas Kehidupan Warga Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
314
Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum

Drs H Ahmad Dahlan Rais, MHum

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – 113 menjadi usia Muhammadiyah saat ini. Di sinilah titik vitalnya penekanan kesyukuran berlaku, dan sudah semestinyalah dipraktikkan oleh seluruh warga Persyarikatan di mana pun berada.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais menyampaikan hal tersebut saat Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) 2 Tulungagung Bakah, Mergayu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Ahad (7/12).

“Itu merupakan suatu nikmat dan karunia. Makanya dengan Muhammadiyah berusia panjang, harus kita syukuri, Alhamdulillah,” katanya.

Sampai hari ini pun, Muhammadiyah juga masih tetap sehat. Buktinya, Muhammadiyah merespons cepat penanggulangan kebencanaan yang melanda Pulau Sumatera; Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Saling bahu membahu memikul beban yang luar biasa. Saya kira ini suatu kerusakan yang maha dahsyat. Ratusan orang meninggal, belum lagi yang hilang, yang luka-luka. Dan pasti, ratusan juga orang yang kehilangan tempat tinggal,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Muhammadiyah tumbuh berkembang. Hal ini bisa ditinjau dari Malayasia, misalnya, Muhammadiyah sendiri sudah punya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Juga di Australia pun, memiliki Muhammadiyah Australia College (MAC).

Bagi Dahlan, akumulasi dari itu semua meniscayakan kehadiran Muhammadiyah senapas dengan Qs ar Ra’d [13] ayat 17, di mana Muhammadiyah selalu memberi manfaat kepada seluruh umat manusia. Yang dari sinilah kemudian, akan tetap berada di bumi.

“Jadi kita ini bisa bermilad tidak hanya 113, mungkin sampai tahun 200 miladnya besok. Selama apa? Selama kehadiran Muhammadiyah, kehadiran kita secara perorangan ini memberikan manfaat. Yang memberikan manfaat akan tetap berada di muka bumi,” tegasnya.

Sungguhpun betapa fundamentalnya ayat tersebut, sehingga implikasinya sangat kuat sekali dengan kiprah yang dilakukan Muhammadiyah selama ini dengan dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat. Karenanya, Dahlan mengajak untuk jalani hidup dengan senantiasa memberikan nilai kemaslahatan untuk sesama manusia.

“Jadi ini menjadi kunci kita. Marilah kita hidup ini memberikan manfaat,” pesannya. Yang pada sisi lain, filosofi hidup itu esensinya adalah memberi. “Bukan menerima,” ungkapnya. Maka, warga Persyarikatan mesti memegang prinsip ini dengan sebaik-baiknya.

Yadul ulya khairun minal yadis suflaa, ‘Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.’ Jadi niat kita itu untuk memberi, bukan untuk meminta. Semangat ini harus kita miliki,” tukasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Ada yang menarik dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-23 Ika....

Suara Muhammadiyah

17 December 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini tengah merampungkan Gedung K....

Suara Muhammadiyah

22 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya bekerja sama dengan ....

Suara Muhammadiyah

30 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tamb....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025