PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2023 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar peluncuran buku antologi "Ruang Bicara Tak Boleh Hilang" (ISBN: 978-634-04-7001-7). Buku ini, sebagai luaran mata kuliah Komunikasi dan Advokasi Sosial, diterbitkan oleh CV. Madrasah Digital Group dan melibatkan 43 penulis dari kalangan mahasiswa serta dosen Humas.
Acara yang diresmikan secara langsung oleh Dekan FIKOM, Bapak Jayus, S.Sos., M.I.Kom., berlangsung di Gedung Rektorat UMRI, Ruang Pasca Sarjana. "Buku ini merupakan langkah awal yang bagus dan harus menjadi keberlanjutan yang baik. Peluncuran ini menjadi pembeda serta nilai tambah bagi Prodi Hubungan Masyarakat di Fakultas Ilmu Komunikasi," ujar Dekan Jayus saat memberikan sambutan.
Kepala Prodi Humas, Bu Ulmi Marsya, S.I.Kom., M.A., yang turut hadir bersama seluruh dosen Humas, menambahkan, "Buku ini menjadi langkah tepat bagi dunia kehumasan berbasis SDGs. Kita dapat hadir melalui ruang-ruang akademik untuk advokasi yang berdampak."
Peluncuran diselingi bedah buku dan diskusi panel, di mana beberapa karya mahasiswa dibedah secara mendalam mulai dari alasan pemilihan isu hingga tantangan proses kreatif. Isu yang diangkat mencakup ruang digital, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan, sebagai bentuk advokasi komunikasi mahasiswa.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi dan Advokasi Sosial Destita Mutiara, S.Sos., M.A menekankan pendekatan non-litigasi dengan fokus advokasi digital. "Kita tidak hanya hadir dalam aksi praktis di lapangan, tapi juga secara tersistem melalui rekomendasi kebijakan dan menempatkan diri sebagai akademisi, untuk menyuarakan keresahan masyarakat secara tepat dan berdampak melalui digital," katanya.
Acara ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa Humas UMRI untuk terus berkontribusi pada isu strategis, sejalan dengan komitmen fakultas dalam pengembangan komunikasi sosial berkelanjutan.

