Prodi Kriya Tekstil & Fashion UM Bandung Integrasikan Budaya Lokal dan Teknologi Modern

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

520
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung terus memperkuat posisinya sebagai program studi yang mengedepankan kreativitas, budaya, dan inovasi tekstil berbasis keberlanjutan. Kaprodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Saftiyaningsih Ken Atik menegaskan bahwa prodi ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi memiliki visi keilmuan dan karakter kuat.

Menurut Ken Atik, keunggulan utama Prodi Kriya Tekstil dan Fashion terletak pada pendekatan keilmuan yang berpusat pada medium tekstil. “Kami tidak berhenti pada desain visual atau sekadar gaya, tetapi menempatkan tekstil sebagai medium utama dalam proses berpikir, berkarya, dan berinovasi,” ujarnya di Kampus UM Bandung pada Selasa (24/02/2026).

Dia menjelaskan, pembelajaran di prodi ini difokuskan pada tiga ranah utama, yakni structure design, surface design, serta integrasi dan implementasi tekstil. Pada ranah structure design, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam tentang struktur material tekstil. “Mahasiswa tidak hanya merancang bentuk, tetapi memahami bagaimana struktur tekstil diciptakan melalui tenun, anyam, rajut, crochet, hingga manipulasi tekstil,” jelas Ken Atik.

Sementara itu, pada ranah surface design, mahasiswa diarahkan untuk menggali kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi. Ken Atik menegaskan bahwa wastra Nusantara menjadi fondasi penting dalam proses kreatif. “Budaya lokal kami jadikan basis inovasi, sehingga karya yang lahir tidak kehilangan identitas dan nilai artistiknya,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa integrasi dan implementasi tekstil menjadi ciri khas yang membedakan lulusan Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung. “Kami ingin lulusan menjadi textile creator dan innovator. Bukan hanya desainer busana, tetapi kriyawan tekstil yang mampu menghadirkan solusi desain di berbagai bidang,” ungkapnya.

Dari sisi pembelajaran, Ken Atik menekankan bahwa kurikulum disusun berbasis Project-Based Learning. Proses belajar dilakukan melalui studio praktik, eksplorasi teknik dan material, serta proyek desain yang berangkat dari persoalan nyata. “Mahasiswa kami latih untuk merespons isu keberlanjutan, limbah tekstil, hingga pengembangan teknik tradisional menjadi produk modern,” katanya.

Prodi ini juga secara aktif mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dikenalkan pada desain tekstil digital, desain fashion berbasis teknologi, hingga konsep hybrid craft. “Kami menjembatani warisan kriya dengan teknologi masa depan, agar mahasiswa adaptif terhadap perkembangan industri,” jelas Ken Atik.

Selain itu, koneksi dengan dunia industri menjadi perhatian serius Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung. Melalui program magang, kerja profesi, dan kolaborasi dengan UMKM, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan produk yang siap masuk pasar. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap secara profesional,” tambahnya.

Dengan pendekatan tersebut, Ken Atik optimistis lulusan Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung memiliki prospek karier yang luas. “Lulusan kami diproyeksikan menjadi kriyawan tekstil profesional, perancang fashion, wirausahawan, hingga peneliti pemula yang berkarakter, beretika, dan berkelanjutan,” pungkasnya.*(HMA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional Pimpinan Pusat (PP)....

Suara Muhammadiyah

28 November 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Condongcatur kembali menggelar upacara pelantikan....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Daerah Muhamm....

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

Berita

LAMONGAN SuaraMuhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Lamo....

Suara Muhammadiyah

6 February 2024

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Peringati Hari guru nasional 2023 , Forum Guru Muhammadiyah dan Ang....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah