SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Forum Silaturahmi Media Pesantren bertempat di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, pada Jumat (19/6). Acara ini bertujuan untuk memperdalam literasi mengenai pengelolaan dana haji di kalangan ekosistem pondok pesantren yang dianggap sebagai "jantung masyarakat".
Kepala Divisi Komunikasi Strategis BPKH, Demmy Romayansyah Budiawan, mengungkapkan bahwa intervensi kepada jurnalis dan pengelola media pesantren sangat penting agar mereka bisa menjadi penghubung informasi yang akurat kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menepis hoaks atau isu yang tidak tepat terkait pengelolaan dana haji.
"Kalau edukasi tentang fikih perhajian itu sudah sangat banyak. Tapi literasi tentang keuangan haji, bagaimana dana itu dikelola, ini yang masih jarang. Santri memiliki daya pengaruh besar untuk mengedukasi masyarakat di lingkungannya," kata Demmy.
Ketua Yayasan Pesantren Bumi Cendekia, Wiwin, menyambut baik inisiatif BPKH yang memilih pesantren sebagai lokasi forum. Ia mengapresiasi dukungan BPKH terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di pesantrennya dan berharap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi umat.
"Dana di BPKH itu utamanya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan masyarakat. Kami berharap melalui forum ini, pemahaman masyarakat di lingkungan pesantren terkait fungsi BPKH semakin kuat," tutur Wiwin.
Sekretaris Badan BPKH, Ahmad Zaky, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi untuk mengubah strategi sosialisasi dari yang sebelumnya berpusat di Jakarta menjadi lebih menyentuh media lokal, khususnya pers mahasiswa dan media pesantren. Menurutnya, langkah ini diambil karena masih banyak media di daerah yang belum sepenuhnya memahami mekanisme keuangan haji.
"Kami ingin mendapatkan perspektif dan masukan langsung dari teman-teman media pesantren. Jadi pendekatannya lebih partisipatif, bukan hanya sekadar sosialisasi satu arah," ujar Ahmad Zaky dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda santri dalam mendukung program "Haji Muda" serta pemanfaatan teknologi seperti AI untuk kampanye informasi.
Selain sesi diskusi dan berbagi perspektif, acara ini juga dimeriahkan dengan kuis literasi bagi para peserta sebagai upaya membangun antusiasme santri dalam memahami ekosistem keuangan syariah yang dipandu fasilitator jurnalis senior Mukhotib MD serta pegiat sosial dan media Budhi Hermanto.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan media dari berbagai latar belakang, termasuk jejaring media Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah (seperti Lensa Muhammadiyah dan Suara Muhammadiyah), serta alumni Gontor yang berada di wilayah DIY, Magelang, dan Solo.

