Produk Binaan JATAM - MPM PP Muhammadiyah Tembus Korea Import Expo 2026

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

77
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEOUL, Suara Muhammadiyah – Produk binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berbasis singkong dan ubi jalar Jemaah Tani Muhammadiyah (JATAM) tampil di Korea Import Expo 2026.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin mengapresiasi derap yang dilakukan oleh kelompok dampingan ini, khususnya Rumah Mocaf Indonesia dan JATAM Kuningan.

Yamin menambahkan, saat ini MPM PP Muhammadiyah melakukan pemetaan kelompok dampingan berbasis ekonomi. Setidaknya terdapat tiga klaster, yaitu mikro, skala ekonomi regional nasional, dan ekspor.

“Ini tentu kita berharap menjadi sebuah satu ekosistem yang ketika sudah naik dari klaster super mikro, bisa naik ke kelas regional dan nasional, dan kemudian bisa naik pada klaster ekspor,” kata Yamin pada (26/6) di Yogyakarta.

Sementara itu, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho menjelaskan, kelompok binaan MPM yang ikut Korea Import Expo pada 23 hingga 25 Juni 2026 adalah JATAM dan Rumah Mocaf Indonesia.

“Pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Korea Importers Association (KOIMA) tersebut menjadi ajang pertemuan antara produsen dari berbagai negara dengan importir dan buyer internasional,” katanya. 

Tahun ini, pameran diikuti oleh peserta dari sekitar 100 negara dan menjadi wadah business matching bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Korea Selatan dan pasar global.

Indonesia kembali hadir melalui Paviliun Indonesia yang mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan. 

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah berbagai inovasi berbasis singkong dan ubi jalar yang dikembangkan oleh Rumah Mocaf Indonesia bersama Jamaah Tani Muhammadiyah.

Produk yang dipamerkan meliputi tepung mocaf (Modified Cassava Flour), tepung ubi jalar putih, kuning, dan ungu, serta berbagai produk turunannya seperti tepung premiks, cookies gluten free, hingga aneka pangan sehat berbasis umbi-umbian lokal.

Seluruh produk tersebut merupakan hasil proses hilirisasi komoditas pertanian yang dikembangkan melalui pendampingan pemberdayaan petani oleh MPM PP Muhammadiyah, bekerja sama dengan JATAM Kuningan, LAZISMU, Universitas Muhammadiyah Kuningan, dan Rumah Mocaf Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, keikutsertaan dalam pameran internasional ini bukan sekadar memperkenalkan produk kepada calon pembeli dari luar negeri. Tapi pembuktian, bahwa pangan lokal tidak bisa dipandang sebelah mata sebab jika diolah akan memiliki nilai tambah yang tinggi.

“Komoditas pangan lokal yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata mampu memiliki nilai tambah tinggi ketika diolah melalui inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan model bisnis yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Founder Rumah Mocaf Indonesia, Riza Azyumarridha Azra mengatakan, agenda ini menjadi momentum penting bagi petani Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan produk berstandar ekspor.

"Korea Import Expo 2026 menjadi pembuktian bahwa produk pertanian Indonesia yang ditanam oleh Jamaah Tani Muhammadiyah mampu naik kelas dan bersaing di pasar global. Di balik setiap produk yang dipamerkan terdapat nilai tambah bagi komoditas lokal, peningkatan kesejahteraan petani, serta kesempatan bagi mereka untuk belajar memenuhi standar kualitas pasar internasional,” sebut Riza.

Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan buyer dari berbagai negara memberikan wawasan baru bagi petani mengenai pentingnya konsistensi mutu, standarisasi produk, keberlanjutan pasokan, hingga inovasi dalam pengembangan pangan sehat.

Lebih jauh, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak harus berhenti pada peningkatan produksi di tingkat petani. Tapi bagaimana petani memperoleh akses terhadap industri pengolahan, teknologi, jaringan perdagangan, dan pasar global sehingga nilai ekonomi yang tercipta dapat kembali dinikmati oleh masyarakat desa.

"Inilah bentuk nyata sociopreneurship yang berkeadilan sebagaimana diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. Pertanian bukan hanya soal menghasilkan panen, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang mampu mengangkat harkat dan martabat petani melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat," ujar Riza.

Melalui ini diharapkan menjadi awal terbukanya peluang ekspor yang lebih luas bagi produk pangan lokal Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pangan sehat berbasis singkong dan ubi jalar yang mampu bersaing di pasar dunia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo....

Suara Muhammadiyah

10 December 2024

Berita

Muhammadiyah Perkenalkan Jurnalisme Filantropi, Media Didorong Jadi Solusi Persoalan Sosial TASIKMA....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhi melaksanakan kegiatan seremonial Launching SPMB 2026/....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

NGANJUK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggaet pemerintah daer....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil His....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah