Prof Maman Abdurrahman Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Tokoh Dakwah dan Pembaru Islam

Suara Muhammadiyah

21 June 2026

477
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PP Muhammadiyah Berduka atas Wafatnya Prof. Maman Abdurrahman, Tokoh Persis dan Ayahanda Hilman Latief

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka datang dari keluarga besar Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah. Prof. Maman Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) periode 2010–2015 sekaligus ayahanda Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, wafat pada Ahad (21/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian tokoh yang dikenal luas atas dedikasinya dalam dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prof. Maman. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun aktivitas gerakannya.

“Beliau sangat dekat dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun pergerakannya. Jauh sebelum Prof. Hilman menjadi anggota PP Muhammadiyah, saya kerap berkomunikasi, bersilaturahmi, dan berdiskusi dengan beliau. Karena itu, Persis maupun Muhammadiyah sama-sama merasakan kehilangan atas wafatnya tokoh besar tersebut,” ujar Haedar.

Haedar menilai wafatnya Prof. Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan tajdid Islam di Indonesia. Meski demikian, nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang telah diwariskan almarhum harus terus dijaga serta diteruskan oleh generasi penerus.

Ia juga menyampaikan pesan kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum agar tetap melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan Prof. Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.

“Perjuangan beliau harus terus dilanjutkan, termasuk oleh Prof. Hilman Latief dan keluarga. Anak-anak serta keluarga menjadi bagian penting dalam meneruskan ikhtiar memajukan Islam dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri tercinta,” tuturnya.

Secara pribadi, Haedar mengenang Prof. Maman sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Sikap tersebut menjadikannya tokoh yang dihormati dan memiliki hubungan baik dengan banyak elemen umat Islam, termasuk Muhammadiyah.

“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkas Haedar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musyawarah Wilayah (Musywil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mah....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Suasana siang di Osing Deles Banyuwangi terasa berbeda. Bukan sekad....

Suara Muhammadiyah

5 June 2026

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagedangan Kabuaten Tangeran....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah  –  Perkuat pemahaman seputar ZIS dan managemennya majasis....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

BUTON, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka merayakan Milad ke-23 Universitas Muhammadiyah Buton (....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah