Prof Maman Abdurrahman Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Tokoh Dakwah dan Pembaru Islam

Suara Muhammadiyah

21 June 2026

389
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PP Muhammadiyah Berduka atas Wafatnya Prof. Maman Abdurrahman, Tokoh Persis dan Ayahanda Hilman Latief

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka datang dari keluarga besar Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah. Prof. Maman Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) periode 2010–2015 sekaligus ayahanda Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, wafat pada Ahad (21/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian tokoh yang dikenal luas atas dedikasinya dalam dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prof. Maman. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun aktivitas gerakannya.

“Beliau sangat dekat dengan Muhammadiyah, baik dalam pemikiran maupun pergerakannya. Jauh sebelum Prof. Hilman menjadi anggota PP Muhammadiyah, saya kerap berkomunikasi, bersilaturahmi, dan berdiskusi dengan beliau. Karena itu, Persis maupun Muhammadiyah sama-sama merasakan kehilangan atas wafatnya tokoh besar tersebut,” ujar Haedar.

Haedar menilai wafatnya Prof. Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan tajdid Islam di Indonesia. Meski demikian, nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang telah diwariskan almarhum harus terus dijaga serta diteruskan oleh generasi penerus.

Ia juga menyampaikan pesan kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum agar tetap melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan Prof. Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.

“Perjuangan beliau harus terus dilanjutkan, termasuk oleh Prof. Hilman Latief dan keluarga. Anak-anak serta keluarga menjadi bagian penting dalam meneruskan ikhtiar memajukan Islam dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri tercinta,” tuturnya.

Secara pribadi, Haedar mengenang Prof. Maman sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Sikap tersebut menjadikannya tokoh yang dihormati dan memiliki hubungan baik dengan banyak elemen umat Islam, termasuk Muhammadiyah.

“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkas Haedar.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kebutuhan insinyur di bidang jembatan dianggap masih tinggi untuk m....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Prodi PGSD Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kunjun....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Panitia Milad ke-113 Muhammadiyah kota Surabaya menggelar lomba gerak....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Zakat, Infak, dan Shadaqah (Lazismu) Pulang Pisau m....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ashoka Indonesia bersama Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GreenFait....

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah