Prof Rachman Hadjam: Ideologi Muhammadiyah menjadi Dasar Berfikir dan Bertindak

Publish

29 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
63
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengurus Asosiasi Pengelola Asrama (Aslama) Penguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Asyiyah (PTMA)  bekerja sama dengan Universitas ‘Aisyiyah  (Unisa) Yogyakarta dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian  Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan  Pelatihan musrif musrifah Asrama Penguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah  (PTMA) se Indonesia secara luring dan daring dibuka oleh Amika Wardana, M.A., Ph.D. dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 29 Agustus 2025 di Gedung Munjiyah, Kampus Universitas Aisyiyah Yogyakarta, yang diikuti oleh 243 orang.

Prof. Dr. M. Noor Rachman Hadjam, S.U., Dewan pakar Majelis Pendidikan Penelitian Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan materi Ideologi Muhammadiyah, Ideologi merupakan kumpulan gagasan, nilai, keyakinan atau cita-cita yang menjadi dasar berfikir dan bertindak bagi individu, kelompok, organisasi atau bangsa. Adapun ciri-ciri ideologi, yaitu Ada nilai dasar yang menjadi pandangan hidup, cita-cita dan tujuan dan bersifat menyeluruh artinya meliputi berbagai aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, agama dan politik.

M. Noor Rachman Hadjam menjelaskan kembali bahwa Ideologi memberi arah didalam berfikir dan bertindak, serta bersifat mengikat artinya ideologi akan menjadi landasan kelompok, organisasi sampai kepada bangsa dan bersifat dinamis artinya dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan tanpa harus kehilangan hakekat dari kelompok, organisasi. Contoh ideologi Dunia: Ideologi liberalisme menekankan kebebasan individu, Ideologi sosialisme menekankan kesetaraan dan kepemilikan bersama, serta Ideologi Muhammadiyah menekankan pada ideologi yang berlandaskan pada ajaran islam yang murni (kembali ke Al Quran dan As Sunnah).

Noor Rachman Hadjam menerangkan bahwa Ideologi bahwa di lingkungan Muhammadiyah sejak tahun 1968 ada suatu wacana tentang ideologi dan dalam muktamar ke 37 digagas pentingnya pembaharuan bidang ideologi, pada waktu itu lebih memiliki istilah “keyakinan dan cita-cita hidup” untuk padanan istilah ideologi.

Dalam sidang tanwir tahun 1969 di Ponorogo kemudian lahir secara resmi ideologi Muhammadiyah yang dikenal dengan “Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah” Inilah konsep ideologi dalam Muhammadiyah yang sistimatik, selain konsep Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang telah dirumuskan pada tahun 1946

Noor Rachman Hadjam yang juga guru besar emiritus psikologi Universitas Gadjah Mada menjelaskan kembali bahwa Ideologi Muhammadiyah ada 8 (delapan) hal :

Pertama, Muhammadiyah sebagai identitas dirinya sebagai “gerakan islam, dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid bersumber pada Al Quran dan as Sunnah memiiki sistem paham  atau seperangkat gagasan yang disebut IDEOLOGI  yakni ideologi Muhammadiyah.

Kedua, Ideologi Muhammadiyah ialah Ideologi Islam. Islam sebagai fondasi sekaligus padangan dunia (World view) atau pedoman kehidupan (way of life), sehingga merupakan minhaj al Hayat (sistem kehidupan).

Ketiga, Islam bagi Muhammadiyah Merupakan identitas gerakan Gerakan islam Amar makruf Nahi Munkar dan tajdid bersumber pada Al Quran dan As Sunnah.

Keempat, Muhammadiyah berkarakter reformis, modern dan Islam berkemajuan. Yang menampilkan corak Islam yang berkemajuan yang memadukan antara pemurnian (purifikasi) dan pengembangan (dinamisasi) dan bersifat tengahan atau moderat (wasathiyah) dalam menyakini, memahami dan melaksanakan ajaran Islam.

Kelima,  Cita-cita Muhammadiyah ialah mewujudkan “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.  Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya merupakan aktualisasi dari proses dan tujuan yang diperjuangkan secara terus menerus yang kemungkinan tidak akan tercapai secara obsolut atau ideal sampai hari akhir kelak.

Keenam, Ideologi Muhammadiyah mengandung khitah perjuangan, artinya garis prejuangan sebagai pilihan strategi untuk bergerak di lapangan kemasyarakatan atau membangun masyarakat dan tidak bergerak I laporan politik praktis dan tidak bergerak dalam perjuangan kekuasaan negara. Muhammadiyah meneguhkan dirinya sebagai organisasi keagamaan kemasyarakatan dan bukan organisasi politik.

Ketujuh, Muhammadiyah dan keIndonesiaan. Muhammadiyah berjuang dalam koridor kehidupan bangsa dan negara Indonesia yang berfilsafat Pancacila untuk berusaha bersama sama menjadi suatu negara yang adil makmur dan diridhoi Allah SWT.

 

Kedelapan, Muhammadiyah bergerak dengan sistem organisasi. Dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah bergerak melalui sistem organisasi yang dikendalikan oleh sistem kepemimpinan kreatif kolegial yang terstruktur dari pusat hingga ranting untuk membangun kejayaan umat, bangsa dan umat manusia.

 

Hadjam menegaskan kembali bahwa dalam pembentukan akhlak dan  perilaku warga Muhammadiyah berdasar pada : Dua belas langkah Muhammadiyah, Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah dan Pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah.

Hadjam menjelaskan kembali bahwa ada  12 langkah Muhammadiyah (KH Mas Mansyur) 1038 - 1942)  dalam gerakan persyarikatan yaitu :

1. Memperdalam masuknya iman

2. Memperluas paham

3. Memperbuahkan budi pekerti

4. Menuntun amalan intiqad

5. Menguatkan persatuan

6. Menegakkan keadilan

7. Melakukan kebijaksanaan

8. Menguatkan majelis tanwir

9. Mengadakan konferensi kebahagiaan

10. Mempermusyawarahkan putusan

11. Mengawaskan gerakan dalam.

12. Mempersambung gerakan luar.

(Supardi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dinyatakan ....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu bersama MPKSDI mentasyarufkan 4,5 miliar beasiswa kepada 47....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka regional Banyuwangi kembali mengadakan “Bes....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kotawaringin Ti....

Suara Muhammadiyah

19 October 2024

Berita

JAMBI, Suara Muhammadiyah - Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

7 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah