JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Drs. Sopa, M.Ag., resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Islam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) No:43627/M/KPT.KP/2025 terhitung sejak tanggal 01 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Selasa (13/01/2026).
Dengan judul Orasi Ilmiah "Peran Strategis Muhammadiyah dalam Transformasi Ekosistem Halal Indonesia", Sopa menyoroti ekosistem halal yang terjadi di Indonesia dengan berawal dari mewajibkan sertifikasi halal. Berdasarkan peluang sertifikasi halal di kancah Internasional yaitu mencapai 7 USD pada tahun 2030 mendatang.
Sehingga melalui peluang tersebut, Indonesia dapat mengambil peran untuk mencapai kewajiban dalam sertifikasi halal. Sopa menegaskan, tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia yaitu dalam mencapai sertifikasi halal.
“Pada tantangan yang terjadi, Muhammadiyah hadir melalui Lembaga Pemeriksa Halal-Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) pada tahun 2018. LPH-KHT juga didukung dengan 31 pusat halal center yang tersebar di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seluruh Indonesia,” jelasnya.
Muhammadiyah melakukan peran strategis dengan akselerasi ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM, perlindungan umat dan transformasi sosial, penguatan infrastruktur ekosistem halal Indonesia, serta diplomasi global dan peran Internasional.
Akselerasi dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM yang berkontribusi sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Upaya ini diperkuat dengan penerapan prinsip halalan thayyiban yang tidak hanya menjamin kualitas dan keamanan produk, tetapi juga memberikan kepastian spiritual bagi konsumen muslim.
Selain itu, Muhammadiyah memperkuat infrastruktur kelembagaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam tata kelola halal, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dan keahlian teknis. Pada level global, Muhammadiyah turut berperan dalam diplomasi ekonomi syariah, guna memperkuat posisi Indonesia serta mendorong harmonisasi standar halal Internasional.
Sopa menegaskan Muhammadiyah dapat menciptakan Efek Roda Gila (Flywheel Effect) untuk kemajuan berkelanjutan, “Memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia, peningkatan ekspor dan penguatan global, pemberdayaan UMKM dan perlindungan konsumen terhadap pertumbuhan ekonomi domestik," jelasnya.

