Prof. Zulfahmi Alwi Kupas Keterbatasan Akal dan Peran Iman

Publish

9 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1586
Istimewa

Istimewa

GOWA, Suara Muhammadiyah - Masjid An Nas Kompleks Perumahan Danau Alam Pendidikan, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, menjadi pusat perhatian pada Sabtu (9/8/2025). Sekitar seratus warga Muhammadiyah dan jamaah setempat mengikuti Pengajian dan Silaturrahim Subuh yang digelar PRM Samata, Cabang Sungguminasa, dengan Pengurus Masjid An Nas sebagai tuan rumah.

Dipandu oleh Haidir Fitra Siagian, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, acara menghadirkan Prof. H. Zulfahmi Alwi, M.Ag., Ph.D., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulsel. Dalam ceramahnya, profesor hadits lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini membedah secara rinci hubungan antara iman, akal, dan wahyu.

“Kalau hanya mengandalkan otak, bisa saja kita tidak percaya agama. Pancaindra manusia terbatas, sehingga kita memerlukan wahyu sebagai penuntun,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa iman adalah pembeda mendasar antara orang beragama dan tidak beragama. Keraguan, kata dia, memang wajar, namun harus diimbangi iman agar tidak menjerumuskan.

Prof. Zulfahmi juga mengangkat konsep eko-teologi—keterkaitan iman dan pelestarian lingkungan. “Menanam bunga atau pohon bukan sekadar hobi, tapi bagian dari ibadah. Bisa jadi tanaman itu bertasbih dan mendoakan kita, meski akal tak mampu memahaminya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam tradisi Islam, tiga pilar keilmuan—agama, filsafat, dan tasawuf—harus berjalan bersama dengan iman. Tanpa itu, seseorang bisa terperosok pada pemikiran yang menafikan Tuhan. Ia menekankan pentingnya memahami agama secara utuh dan mempraktikkan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan.

Ketua PRM Samata, Prof. Mustari Bosra, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme jamaah. “Empat kali kegiatan ini berjalan, selalu menjadi ajang mempererat silaturrahim warga Muhammadiyah di Samata,” katanya.

Sejumlah tokoh Muhammadiyah hadir, di antaranya Wahriyadi Kamaruddin (Sekretaris Majelis Ekonomi), Dr. Sulaeman Masnan (Sekretaris Majelis Tabligh), dan Ustaz Arifin Idris (Ketua PCM Sungguminasa). Dosen senior UIN Alauddin Makassar seperti H. Muh. Wayong, Ph.D., Dr. Muh. Yahdi, dan Dr. Ilham Hamid juga turut meramaikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Kamis, 14 November 2024, Direktur Utama Suara Muhammadiyah Den....

Suara Muhammadiyah

14 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah -- Bertempat di kantor BPBD Provinsi Jawa Tengah berlangsung pertemuan ....

Suara Muhammadiyah

26 March 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah — SMP Ahmad Dahlan ADBS kembali menorehkan prestasi membanggakan....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

WAJO, Suara Muhammadiyah - Bupati Wajo Amran Mahmud mengaku dirinya banyak belajar dari Majelis Pemb....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, secara resmi membuka seminar Internati....

Suara Muhammadiyah

30 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah