YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar ceramah Tarawih yang ke-23 hari Sabtu (22/03) dengan menghadirkan Prof. Dr. Waharjani, M.Ag. seorang Dosen Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD, sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, Waharjani menyampaikan pentingnya menjaga ketentraman hidup dengan menjaga kesehatan, mencukupi rezeki, membangun rumah tangga yang harmonis, serta bertawakal kepada Allah.
Waharjani mengawali ceramahnya dengan mengutip Surat At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi, "Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka." Ia menekankan bahwa dalam membangun rumah tangga yang harmonis, diperlukan landasan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Dalam penyampaiannya, Waharjani menjelaskan tiga faktor utama yang dapat membuat hidup seseorang menjadi tentram. “Pertama, kesehatan yang baik. Jika kita sehat, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih nyaman. Kedua, kecukupan rezeki. Jika kebutuhan pokok tercukupi, maka kehidupan akan terasa lebih tenang. Ketiga, rumah tangga yang rukun dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika tiga faktor tersebut terganggu, maka seseorang akan mengalami ketidaktenangan dalam hidupnya. “Sakit, kekurangan rezeki, serta konflik dalam keluarga adalah tiga hal yang sering menjadi penyebab ketidakbahagiaan seseorang,” imbuhnya.
Dalam ceramahnya, Waharjani menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat yang dianjurkan dalam Islam. Ia mengutip penelitian ilmiah dan ajaran Rasulullah tentang tidur yang cukup, menghindari makanan yang tidak halal dan tidak thayyib, serta rutin berpuasa sunnah. “Nabi Muhammad mengajarkan tidur yang berkualitas, bahkan dianjurkan untuk tidur dengan posisi tertentu agar kesehatan tetap terjaga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya kebiasaan sehat seperti melakukan olahraga ringan, mengelola stres dengan baik, serta memperbanyak istighfar dan doa. “Salat malam juga memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menjaga tekanan darah, hemoglobin, dan trombosit tetap dalam keadaan normal,” ungkapnya.
Dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, Waharjani menegaskan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama. “Jika komunikasi berjalan baik, maka segala perbedaan dalam rumah tangga dapat diselesaikan dengan baik,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya saling memahami, saling mendukung dalam kebaikan, dan berkomitmen pada nilai-nilai agama.
Ia mencontohkan fenomena yang terjadi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana banyak kasus perceraian terjadi akibat ketimpangan ekonomi dalam rumah tangga. “Salah satu penyebab perceraian adalah ketika istri memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami. Namun, jika keduanya memiliki komitmen yang kuat, hal tersebut tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.
Sebagai penutup, Waharjani mengingatkan pentingnya bertawakal kepada Allah dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip firman Allah dalam Surat At-Talaq ayat 3, “Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya.” Dengan bertawakal, seseorang akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. (Fina Dwi)