Puasa Media Sosial Jadi Langkah Jitu Atasi Gangguan Mental

Suara Muhammadiyah

6 December 2023

1887
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sama pentingnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga memiliki peran yang krusial bagi seseorang. Dewasa ini, banyak yang beranggapan bahwa generasi minelial dan Z adalah generasi yang mudah rapuh dan rentan terkena gangguan mental. Melihat fenomena tersebut, Alfiah Nabilah Masturah, S.Psi., M.A. selaku dosen psikologi UMM ikut angkat bicara.

“Hidup ditengah perkembangan zaman yang serba modern ini memang penuh tantangan, namun kita tidak bisa langsung menilai bahwa generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang lemah," ujar Alifah mengawali.

Setiap generasi, menurutnya, memiliki kesulitannya masing masing dalam menjalani hidup. Bagi kaum milenial dan gen Z, hidup dengan kondisi teknologi yang pesat adalah salah satu tantangannya. Mereka kerap dihadapkan pada kehidupan yang seolah-olah nyata, padahal itu hanya dunia maya. Semua sibuk mengunggah pencapaian dan kesuksesannya di media sosial. Tanpa sadar, hal itu membuat mereka sering membandingkan hidup dengan orang lain. Bahkan tak jarang membuat mereka merasa insekyur. 

Lebih lanjut, Alifah menjabarkan dalam sudut pandang psikologi, kondisi ini akan sangat berbahaya. Bukan tidak mungkin juga mengganggu kesehatan mental. “Kesehatan mental itu erat kaitannya dengan sejahtera atau wellbeing yang turunannya adalah menerima, bersyukur, juga iklas,” ujarnya 

Karenanya, hal yang paling penting dalam mental health menurut Alifah adalah menerima diri. Memahami  bahwa di dunia, ada beberapa hal yang memang tidak bisa dikontrol. Perlu disadari pula bahwa setiap diri memiliki kemampuan untuk memberikan batasan atas apapun. Demi menjaga kesehatan mental, seseorang berhak menarik diri dan bersikap cuek pada hal-hal yang memang menggangu tujuan hidup.

Alifah juga mengingatkan bahwa kesehatan mental adalah kunci bahagia hidup. Menerima diri, kontroling emosi, hidup di lingkungan yang positif, bijak bersosial media dan tidak banyak membandingkan hidup dengan orang lain menjadi ‘keahlian’ yang perlu dikuasai seseorang. “Kalau sudah merasa mental kita rapuh bahkan mengarah ke stres yang berlebihan, cobalah untuk puasa sosial media,” tambahnya.

Puasa sosial media merupakan salah satu terapi psikologis yang sudah  teruji dapat mengembalikan semangat serta kekuatan diri seseorang. Puasa media sosial merupakan upaya kongkret dalam menjaga kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi. "Dengan berpuasa medsos, kita akan terbiasa untuk lebih bersyukur atas apa yang kita miliki, memiliki waktu untuk refleksi diri, fokus pada orang sekitar yang kita cintai, dan tidak membandingkin hidup dengan orang lain," tutupnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Gebyar Milad Muhammadiyah ke - 113 di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PC....

Suara Muhammadiyah

23 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Nuhammadiyah - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

Fokus pada Manajemen Sekolah/Madrasah dan AI JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pend....

Suara Muhammadiyah

4 April 2026

Berita

Slamet Rianto, Pimpinan Muhammadiyah Harus Mentaati Kaidah Dasar untuk Berkembang Oleh: Amalia Irfa....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah