Puncak Bulan Buya Syafii Maarif: Malam Budaya dan Peluncuran Buku di Museum Nasional Semarak

Publish

20 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
78
Pentas Puisi Wakil Sekretaris LSB PP Muhammadiyah, David Krisna Alka , saat acara Bulan Buya Syafii di Museum Nasional, Jakarta (18/6/2026)

Pentas Puisi Wakil Sekretaris LSB PP Muhammadiyah, David Krisna Alka , saat acara Bulan Buya Syafii di Museum Nasional, Jakarta (18/6/2026)

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - MAARIF Institute resmi menutup rangkaian perayaan Bulan Buya Syafii Maarif 2026 dengan menggelar acara puncak "Malam Budaya" dan peluncuran buku di Museum Nasional Indonesia, Kamis (18/6/2026). Acara ini menjadi rangkaian penutup dari kegiatan memperingati Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif yang sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta bekerjasama dengan Kiniko Art dan Padang Panjang bekerjasama dengan Talago Bumi pada Mei - Juni 2026. Melalui acara ini, MAARIF Institute berkomitmen untuk terus merawat dan menghidupkan kembali warisan pemikiran serta keteladanan moral Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif.

Acara yang berlangsung di ruang Theater Museum Nasional ini dimulai pukul 19.00 WIB, dibuka dengan penampilan Tari Nandak Ajer asal Betawi yang dibawakan oleh SMA Muhammadiyah 4 Depok. 

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, Ph.D., menyatakan bahwa melalui rangkaian kegiatan Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif ini, MAARIF Institute menegaskan komitmennya untuk menjaga api pemikiran Buya Syafii Maarif tetap menyala dalam situasi bangsa yang semakin merosot. “Penting bagi kita untuk menjaga nilai Buya Syafii Maarif yaitu progresif, menghargai pluralisme dan kemanusiaan yang universal.” ujar Andar

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul haq, M.A., beliau menyampaikan bahwa acara Bulan Buya Ahmad Syafii Maarif (ASM) adalah bukan untuk menguduskan Buya Syafii Maarif tetapi ingin memotivasi bahwa ada sosok yang mengagumkan dari Sumpur Kudus. “Seorang sosok tidak hanya dilihat dari kedalaman pemikirannya tetapi juga tata dan perilakunya.” Paparnya 

Dalam helatan Malam Budaya ini, MAARIF Institute juga meluncurkan buku “Buya Syafii di Mata Orang Biasa”. Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan replika buku secara simbolik oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan keluarga, narasumber, kontributor, dan sejumlah kolega Buya Ahmad Syafii Maarif. Buku ini merupakan cerita orang biasa tentang orang biasa. Sekumpulan sekilas kenangan dari sejumlah saksi hidup dari daerah-daerah yang pernah menjadi tempat tumbuh Buya Syafii, mulai dari Sumpur Kudus di Sumatera Barat, ibukota Jakarta, dan tentunya tempat hidup Buya lebih lama, Yogyakarta sekitarnya. Buku tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Direktur Eksekutif MAARIF Institute kepada beberapa tamu undangan, diiringi sesi foto bersama.

Puncak dari Malam Budaya adalah Pidato Kebudayaan yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Indonesia, Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa Syafii Maarif adalah orang yang sederhana pikirannya yg lurus antara kata dan pikirannya yang patut kita sebut sebagai Guru Bangsa. “Pak Syafii juga sangat menghormati budaya dan bangsanya, dimana bisa kita jadikan teladan yang dirawat oleh Maarif Institute untuk menjaga pikiran dan teladan” ujar Fadli Zon.

Fadli Zon mengingatkan bahwa ada pasal 32 dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.” Lebih lanjut, belia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara mega diversity bukan hanya diversity yang harus menjadi aset negara. Kita punya warisan benda maunpun non benda baik yang tangible heritage maupun intangeble heritage yang harus kita catat. Beliau juga menegaskan bahwa menjaga budaya banhsa ini juga sesuai dengan pemikiran Pak Buya Syafii Maarif dalam menjaga bangsa.

Momen reflektif ini kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Puisi oleh David Krisna Alka yang menulis puisi karyanya sendiri berjudul "Di Tepi Senja Mengenang Buya" serta testimoni dari sejumlah tamu undangan yang masing-masing berbagi kenangan dan refleksi mendalam tentang Buya Syafii Maarif di mata mereka. Testimoni ini merupakan penutup dari rangkaian acara yang diselenggarakan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BAUBAU, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pendidikan dan Pengajaran (LPP) Universitas Muhammadiyah Buton ....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dua Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembal....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Tapak Suci anak-anak dari Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) se-kabupa....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pada tanggal 8 September 2024, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kot....

Suara Muhammadiyah

9 September 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Beberapa waktu yang lalu, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) Pimpinan Daerah ....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah