PWA Jawa Timur Komitmen Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah

Publish

2 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
660
Rangkaian repsesi milad 'Aisyiyah ke 108 Jawa Timur

Rangkaian repsesi milad 'Aisyiyah ke 108 Jawa Timur

Blitar, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur memperingati Milad 'Aisyiyah ke-108. Acara ini dilaksanakan pada selasa (01/07) di Gedung Koesoemo Wicitra, Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur. Acara ini mengusung tema "Memperkokoh ketahanan pangan berbasis karyah thayibah untuk jawa timur mandiri dan sejahtera."

Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jatim Rukmini menyampaikan, pentingnya sinergi antara 'Aisyiyah dan pemerintah dalam menangani persoalan masyarakat seperti kemiskinan dan perbudakan modern.

"Sehingga harapan kami dari pimpinan wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur bisa melakukan dengan pemerintah, dilanjutkan di daerah bahkan sampai ke tingkat pedesaan," ujarnya.

'Aisyiyah juga mengembangkan Desa Berdaya Toyyibah di Kertosari, Pasuruan Jawa timur. Rukmini menjelaskan bawah peletakan batu pertama adilakukan padavtahun 2019, yang kemudian dikaitkan dengan desa wisata.  

"Para pekerja yang di sini kami libatkan masyarakat yang ada di sekitar agar mereka memiliki rasa tanggung jawab," jelasnya.

Fokus utama dari pengembangan desa adalah menumbuhkan harga diri dan kemandirian masyarakat, bukan dengan memberi bantuan langsung yang memanjakan, tetapi melalui pelatihan, keterampilan, dan penguatan ekonomi seperti sekolah wirausaha dan koperasi.

"Gerakan 'Aisyiyah digerakkan dengan 5 karakter, termasuk memperkuat ranting sebagai basis dakwah dan pemberdayaan. Disampaikan pula pentingnya tidak hanya memberi bantuan, tapi menumbuhkan harga diri dan kemandirian warga, serta menjauhkan budaya mengemis," tuturnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sasmito Djati menegaskan pentingnya memahami makna spiritual dan kontribusi perempuan dalam gerakan Muhammadiyah terutama melalui 'Aisyiyah. Ia menekankan bahwa gerakan ‘Aisyiyah selama ini telah menunjukkan kekuatan luar biasa, terbukti dari berdirinya TK ABA di hampir seluruh ranting, bahkan hingga pelosok.

"Gerakan ibu-ibu ini luar biasa. Ketika ranting belum punya masjid, mereka sudah lebih dulu mendirikan TK ABA. Dan dari langkah kecil itu, Muhammadiyah tumbuh menjadi organisasi besar, bahkan melahirkan perguruan tinggi seperti UMM," katanya.

Ia pun mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk menumbuhkan semangat spiritual dalam membangun umat yang khairu ummah, dimulai dari gerakan kecil yang konsisten dan bernilai. (Nurvi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sejumlah siswa kelas International Class Program (ICP) dan guru p....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) baru sa....

Suara Muhammadiyah

5 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UM Bandung Dr I....

Suara Muhammadiyah

27 September 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat Iman ....

Suara Muhammadiyah

11 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026