DEPOK, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah telah banyak melahirkan bibit-bibit sekolah dan madrasah yang unggul. “Semakin tahun harus semakin maju,” demikian dikemukakan Didik Suhardi seraya mengingatkan jangan terjebak pada zona aman dengan raihan keunggulan itu.
“Ketika masuk ke zona aman, maka kita tentu akan disalip oleh para kompetitor kita,” kata ujar saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul dengan tema “Merawat Keunggulan dan Daya Saing Global” di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Ciputat, Bojongsari Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (28/9).
Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyebut, dari tahun ke tahun, jumlah murid sekolah dan madrasah Muhammadiyah terus mengalami kenaikan.
“Tahun 2026/2027 (data sementara hampir 90%), jumlah murid kita 1.125.083 siswa. Jadi ada kenaikan 5,1%. Ini sudah lebih baik dari tahun lalu yang hanya 1,14%,” bebernya.
Data tersebut menunjukkan tren yang sangat positif dari perkembangan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. “Tentu ini satu prestasi yang luar biasa,” ucapnya. Yang itu merupakan pantulan dari kerja keras seluruh stakeholder terkait.
“Kita berharap walaupun nanti ada sekolah nasional terintegrasi, sekolah garuda, kita tetap bisa menaikkan jumlah siswa karena kualitas sekolah kita juga semakin meningkat,” terang Didik.
Jumlah sekolah dan madrasah Muhammadiyah sampai saat ini terdata ada 6024 satuan pendidikan. Dan yang unggul, menukil data tahun pelajaran 2024/2025, dilaporkan sebanyak 460 satuan pendidikan.
“Ini sekolah unggul pertama. Sehingga masih ada potensi sekolah unggulan sebanyak 181 sekolah/madrasah,” ujarnya dihadapan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib.
Dalam kesempatan itu, Didik juga menyoroti tren prestasi sekolah/madrasah Muhammadiyah. Disebutnya ada 9720 murid. “Ini berbagai macam prestasi, mulai akademik, non-akademik, dan lain-lain,” sebutnya. Kemudian yang berprestasi ditingkat provinsi ada 5562 murid.
“Di samping itu, juga ada anak-anak kita berprestasi di tingkat internasional (4081 murid). Ini merupakan indikator bahwa prestasi kita mulai meningkat,” tuturnya.
Ciri Khas Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul
Digarisbawahi, sekolah/madrasah yang unggul itu dikualifikasikan sebagai satuan pendidikan yang memiliki akreditasi baik (A atau B) dan menerapkan pendidikan secara holistik dan integratif secara utuh dan teratur.
“Karena sudah ditetapkan sebagai sekolah unggul, harus menampilkan keunggulannya. Jangan biasa-biasa saja. Karena kalau biasa-biasa saja, nanti akan ditinggal dan dilewati oleh kompetitor kita,” tegasnya.
Sebagai ciri khasnya sekolah/madrasah yang unggul itu, disingkap Didik mencakup, pertama, ISMUBA harus menjadi core value sekolah/madrasah. Bukan hanya pelajaran, tapi tampak pada budaya, perilaku guru, tata kelola, dan karakter lulusan.
“Buku yang kita susun, itu sudah bercirikan kekhususan Muhammadiyah. Kita sudah menggunakan kontekstual Kemuhammadiyahan,” bebernya.
Kedua, manajemen dan organisasi. “Kita bekerja untuk Persyarikatan, maka transparansi dan akuntabilitas itu penting,” tegasnya lagi. Ketiga, pendidik. “Jangan segan-segan kita memberikan pelatihan kepada bapak-ibu guru kita,” ujarnya. Keempat, pembelajaran dan pengajaran.
“Kelima satuan pendidikan dan dukungan terhadap murid. Keenam, kinerja murid, dan ketujuh layanan berbasis IT dan inovasi. Semua itu harus kita jaga,” tandasnya. (Cris)

