PULAU PINANG, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Dr. Saidul Amin, menerima penghargaan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Pulau Pinang, Malaysia, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut digelar di Rumah Kediaman Resmi Konsulat Jenderal RI di Pulau Pinang. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan serta dihadiri hampir seribu masyarakat Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI Pulau Pinang Wanton Saragih memberikan penghargaan kepada sejumlah individu yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, khususnya dalam mengharumkan nama Indonesia serta memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.
Rektor UMAM, Dr. Saidul Amin, menjadi penerima pertama penghargaan pada acara tersebut. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya mewakili kalangan intelektual dan akademisi Indonesia di kawasan utara Semenanjung Malaysia.
Konjen RI Pulau Pinang menjelaskan, pemilihan Saidul Amin tidak terlepas dari posisinya sebagai Rektor UMAM, universitas Muhammadiyah sekaligus perguruan tinggi Indonesia yang berada di luar negeri. Kehadiran UMAM dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan akademik dan sosial antara Indonesia dan Malaysia.
Selain kiprah di bidang pendidikan, Saidul Amin juga dinilai berkontribusi dalam mempererat hubungan masyarakat serumpun Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Perlis.
Penghargaan tersebut disambut Saidul Amin dengan penuh rasa syukur. Ia menilai apresiasi yang diterimanya tidak semata-mata merupakan penghargaan pribadi, melainkan juga menjadi penghargaan bagi UMAM dan Muhammadiyah.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan peran yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dalam konteks global.
“Penghargaan ini bukan sekadar milik pribadi, tetapi juga untuk UMAM dan Muhammadiyah yang memang dituntut berperan sebagai pencerah bangsa dan semesta,” ujar Saidul Amin.
Ia berharap keberadaan UMAM di Malaysia dapat terus menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, terutama melalui pendidikan, intelektualitas, serta kerja sama antarmasyarakat kedua negara.
Kehadiran UMAM sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di luar negeri juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi Persyarikatan dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan di tingkat internasional.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pulau Pinang tersebut kemudian ditutup dengan berbagai penampilan kesenian dan sajian kuliner khas dari sejumlah daerah di Indonesia. Acara juga diisi dengan doa bersama untuk masyarakat Indonesia maupun saudara-saudara di berbagai belahan dunia yang tengah menghadapi musibah.
Suasana tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Indonesia di perantauan sekaligus menjadi momentum untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat kontribusi positif bagi hubungan Indonesia-Malaysia.

