MEDAN, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA) Dr. Rustamadji M.Si melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan infrastruktur Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kawasan Sentis, Deli Serdang, Rabu (27/8) sore. Kunjungan Rustamadji didampingi Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP yang juga Ketua Panitia Daerah Muktamar 49. Pada kunjungan itu, Rustamadji melakukan penanaman pohon durian varitas Black Thorn yang akan dijadikan pohon penghijauan di areal seluas 25 hektar.
Rektor UNIMUDA Dr. Rustamadji di areal fasilitas Muktamar ke-49 itu merupakan kunjungan yang ke tiga kalinya. Ia tampak sumringah menyaksikan tiang beton sudah meninggi dan lingkaran Auditorium Berkemajuan mudah terlihat. Rustamadji bersama Prof. Agussani berjalan melihat dari dekat pekerjaan yang sedang dilakukan. ” Ini adalah langkah yang luar biasa, dan pasti akan diikuti dengan proses yang juga luar biasa, dan saya yakin akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa juga,” kata Rustamadji terkait dengan keberanian Rektor UMSU Agussani melakunan pembangunan fasilitas Muktamar k4-39 yang nantinya akan dijadikan Kampus Terpadu UMSU, yakni kampus masa depan.
Rustamadji juga mengatakan, Rektor UMSU melakukan pembangunan Kampus Terpadu tidak dilandasi dengan “latar belakang” tapi “latar depan” karena dengan latar depan di sana akan ada keindangan, ada prestasi dan ada yang luar biasa. Rustamadji menyebut, Rektor PTMA harus lebih hebat dari rektor perguruan tinggi negeri. Rektor PTMA harus berani melakukan hal-hal yang tidak dilakukan perguruan tinggi negeri. Menariknya, demikian Rustamadji, Rektor PTMA tidak sendiri, ada ratusan perguruan tinggi yang akan selalu berkolaborasi.
Terkait dengan pembangunan fasilitas Muktamar ke-49 yang sedang dibangun akan menghabiskan biaya lebih dari Rp 350 Miliar. ” Kalau setiap tiang beton ini dibagi habis dengan lebih seratus PTMA, maka semuanya akan bisa selesai. Artinya, keroyokan ala PTMA diharapkan dapat meringankan beban UMSU dalam melakukan percepatan penyelesaian pembangunan,” tegas Rustamadji.
Rektor UNIMUDA Sorong menjadi salah seorang potret pimpinan PTMA yang ‘berjihad’ membangun amal usaha pendidikan di satu kawasan minoritas dengan kondisi geopolitik kawasan yang tidak kondusif. Tapi kini, UNIMUDA menjadi matahari yang menyinari kawasan Papua.
Kunjungan Rektor UNIMUDA di kawasan pembangunan Fasilitas Muktamar ke-49 ditandai dengan penanaman pohon durian varitas black thorn. Ada sekitar 100 pohon durian unggul yang di tanami di kawasan itu dan diharapkan sudah akan menghijaukan kawasan seluas 25 hektar itu.
Dari lahan pembangunan infrastruktur muktamar 49, Rektor UNIMUDA melakukan kunjungan ke Kampus Utama UMSU di Jalan Mukhtar Basri untuk melakukan silaturrahim. Rektor UMSU kemudian menyerahkan satu proposal pembangunan kepada Rektor UNIMUDA yang diharapkan akan menjadi dukungan perguruan tinggi lain dalam menyelesaikan pembangunan fasilitas Muktamar ke-49 yang akan berlangsung pada Nopember 2027 mendatang.
Rektor UMSU Prof. Agussani MAP saat bersilaturrahim menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIMUDA yang berkenan hadir di Medan. ” Kerjasama dan dukungan semua perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, akan menjadi dorongan dan menaikkan adrenalin dalam menyelesaikan pembangunan fasilitas Muktamar,” kata Agussani.
Saat ini pekerjaan pembangunana fasilitas Muktamar 49 itu sudah mencapai volume 21 persen. Lebih 100 pekerja tampak terus melakukan pekerjaan untuk mengekjar target tepat waktu. (diko)