Revolusi Hijau Dorong UMKM Riau Kembangkan Produk Ramah Lingkungan

Suara Muhammadiyah

31 August 2026

69
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop bertema “Revolusi Hijau UMKM Riau: Dari Orientasi Wirausaha Menuju Resiliensi SDGs” digelar di Norma+ Coffee, Jalan Muchtar Lutfi No. 69, Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini membahas pengembangan produk ramah lingkungan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan usaha, khususnya bagi pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiksaintek) melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2026. Penelitian ini diketuai oleh Fitri Ayu Nofirda, S.E., BBA (Hons), M.Sc., dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara akademisi bidang manajemen pemasaran, teknik industri, serta hubungan masyarakat.

FGD tersebut juga mempertemukan berbagai perspektif dari pelaku UMKM, praktisi, dan persyarikatan. Pelaku usaha yang terlibat di antaranya Rini Ramadhanti dari White Tulip Bersahaja dan Lidya Ramadhona dari Galeri Ayako Etnic Bag. Dari kalangan praktisi hadir Hendra Rizal, S.TP., MMA dari Divisi MKM BRKS, sementara perspektif akademisi dihadirkan oleh Ir. Muhammad Qurthuby, AMd., ST., MT., CIPM dari Fakultas Teknik UMRI dan Johan Faladhin M.I.Kom dari FIKOM UNRI.

Kolaborasi lintas bidang tersebut diarahkan untuk mendorong penguatan UMKM yang masih berada dalam tahap pertumbuhan agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial. Pembahasan FGD berfokus pada tantangan dan peluang penerapan produk ramah lingkungan, inovasi berbasis material lokal, serta pemanfaatan kembali limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Konsep tersebut kemudian diterapkan secara langsung melalui workshop. Peserta mendapatkan pengalaman mengembangkan produk dengan memanfaatkan material yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pembuatan tote bag dengan memanfaatkan material tumbuhan dan dedaunan sebagai sumber desain dan corak. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan limbah tekstil, seperti kain songket, untuk diolah kembali menjadi produk fungsional seperti dompet atau pouch multiguna.

Selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga memperkenalkan penerapan circular economy dalam pengembangan UMKM. Salah satu contoh yang dihadirkan adalah produk binaan Persyarikatan Aisyiyah yang memanfaatkan hasil dari bank sampah untuk diolah menjadi produk bernilai. Praktik tersebut menunjukkan bahwa material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat kembali dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.

Fitri Ayu Nofirda, selaku Ketua Penelitian Fundamental Reguler mengatakan, workshop praktik menjadi bagian penting dari penelitian Fundamental Reguler karena memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis pemula, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menciptakan produk berbasis ekonomi sirkular.

Menurut Fitri, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan melalui praktik langsung. Dengan demikian, inovasi produk yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan.

“Hasil dari FGD dan workshop ini tidak hanya memberikan teoritis, akan tetapi implikasi praktis yang langsung dilakukan oleh peserta workshop untuk dapat menghasilkan inovasi produk bernilai tidak hanya memikirkan profit. Akan tetapi juga berdampak untuk sosial dan lingkungan,” ucap Fitri.

Menurut Gufi Yanti, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Aisyiyah Pekanbaru, FGD dan workshop tersebut memberikan wawasan baru bagi ibu-ibu binaan Sekolah Wirausaha Aisyiyah, khususnya dalam melihat potensi bahan yang ada di sekitar untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“FGD dan workshop ini tentunya membuka pikiran ibu-ibu binaan Sekolah Wirausaha Aisyiyah untuk melihat bahwa berbagai material yang ada di sekitar masih dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sehingga menghasilkan nilai tambah. Kegiatan ini juga memberikan wawasan baru, khususnya mengenai ekonomi hijau yang dapat mendukung penerapan green policy di Kota Pekanbaru,” ujar Gufi Yanti, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Aisyiyah Pekanbaru.

Melalui integrasi akademisi lintas disiplin, pelaku UMKM, praktisi, dan Persyarikatan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam mendorong UMKM Riau menuju model usaha yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan material lokal serta pengolahan kembali limbah menjadi produk bernilai menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan UMKM sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menegaskan komitmenny....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Dosen dan mahasiswa Fisip Unismuh Makassar kerjasama dengan Madrasah Aliy....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah Tumijajar (SMK Tome) mengawali kegiatan Penerimaan Tam....

Suara Muhammadiyah

17 July 2025

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah – Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

Halalbihalal PCM Bekonang Hadirkan Rektor UMUKA Solo  SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Pi....

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah