Road to Pekan Reksa Dana Jadi Ajang Edukasi Investasi bagi Mahasiswa UM Bandung

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

374
Adnan Bahalwan

Adnan Bahalwan

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses mengadakan acara "Road to Pekan Reksa Dana" pada Senin (20/04/2026). Acara tersebut berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung Ia Kurnia menilai kegiatan ini sangat positif sebagai ajang sosialisasi dan inklusi pasar saham bagi para peserta. Khususnya para mahasiswa UM Bandung. "Acara ini juga menjadi rangkaian peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana pada tanggal 27 April nanti," ucap Ia Kurnia.

Kegiatan yang terselenggara di lima kota tersebut, tambah Ia Kurnia, sangat penting dalam rangka menambah wawasan mahasiswa tentang alternatif pemilihan investasi. "Kegiatan ini tentu bukan hanya menambah wawasan akademik terkait investasi, melainkan dapat diaplikasikan dalam pengambilan keputusan investasi," terangnya.

Mitra strategis

Hadir sebagai penyampaian keynote speech yakni Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Adnan Bahalwan. Adnan mengatakan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 69 GIS yang tersebar di seluruh kampus dan instansi termasuk di Jawa Barat.

"Tentu Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung menjadi salah satu mitra strategis dan pionir dalam memberikan literasi dan inklusi sebagai penunjang pertumbuhan pasar modal khususnya di Jawa Barat," ungkap Adnan.

Dia juga menyampaikan, masih banyak orang berpikir bahwa investasi harus dilakukan saat kondisi orang tersebut sudah kaya atau menggunakan uang sisa hasil bulanan di akhir. "Padahal, investasi bukan menggunakan uang sisa, melainkan uang yang memang kita sisihkan sejak awal," jelas Adnan.

Tidak hanya itu, mahasiswa kini memiliki peluang untuk mulai berinvestasi sejak awal masa perkuliahan. Kesempatan ini terbuka luas seiring berkembangnya berbagai platform investasi yang semakin mudah diakses. Selain itu, platform-platform tersebut juga berada di bawah pengawasan OJK sehingga lebih aman dan terpercaya.

"Jawa Barat yang menjadi provinsi terbesar dalam menyumbang kontribusi Single Investor Identification atay SID. Ini menjadi bukti antusiasme warga Jawa Barat dalam mengakses produk keuangan," imbuh Adnan.

Maka dari itu, menurutnya, kolaborasi antara regulator seperti OJK, Asosiasi Pelaku Industri, dan dunia akademik sangat penting karena menjadi kunci dalam menciptakan generasi Indonesia yang merdeka secara finansial. "Marilah kita jadikan pertumbuhan SID yang masif ini berbanding lurus dengan kualitas literasi keuangan," tandas Adnan.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah - Setelah sebulan lamanya kita berpuasa Ramadhan, sekarang tibalah sa....

Suara Muhammadiyah

12 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah DIY menye....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menerima Surat Keput....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pi....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah