Saat Sekolah Muhammadiyah Datangkan Barbershop

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

1115
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Saat Sekolah Muhammadiyah Datangkan Barbershop, Menanamkan Kesadaran Diri Lewat Disiplin Positif

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Alih-alih menggelar razia dan hukuman, SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang memilih menghadirkan barbershop ke lingkungan sekolah, Jumat (30/01/2026). Lewat kegiatan cukur rambut bersama barberman lokal, sekolah ini menanamkan disiplin positif dengan cara yang lebih manusiawi—membangun kesadaran, bukan rasa takut.

Hari itu, sekolah tidak lagi sekadar tempat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ia menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: tentang kerapian, tanggung jawab, dan kesadaran diri—tanpa teriakan, tanpa razia.

Puluhan murid mengantre dengan wajah santai. Sebagian bercermin, sebagian tersenyum melihat potongan rambut baru mereka. Dalam kegiatan itu, tidak ada teriakan guru. Sekolah menghadirkan suasana yang akrab dan tertib.

Kegiatan cukur rambut ini merupakan hasil kolaborasi antara SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM DUMA) dengan sejumlah barberman lokal di wilayah Pamulang. Para pemangkas rambut profesional dihadirkan langsung ke sekolah, memberi layanan cukur yang aman dan tertib bagi para siswa.

Bagi pihak sekolah, rambut rapi bukan sebatas soal penampilan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAM DUMA, Arif Budianto, menegaskan bahwa kerapian adalah bagian dari pembentukan karakter.

“Program ini kami laksanakan dalam rangka menjalankan disiplin positif. Sekolah tidak hanya menuntut, tapi juga memfasilitasi. Kami menghadirkan pemangkas rambut profesional agar anak-anak belajar bertanggung jawab dengan cara yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Kepala sekolah SMAM DUMA, Dr. Hartono, M.A, menegaskan bahwa disiplin positif sejalan dengan visi pendidikan sekolah yang menempatkan murid sebagai subjek pembelajaran, bukan objek hukuman. 

Menurutnya, “penegakan disiplin positif adalah ikhtiar penyadaran murid agar taat aturan tanpa paksaan dan tanpa pengawasan. Murid diharapkan punya inisiatif untuk membiasakan Akhlakul Karimah di sekolah maupun di rumah”.

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha lokal. Bagi para barberman, kehadiran mereka di sekolah bukan sekadar urusan jasa, melainkan bentuk kontribusi sosial. Hakim, salah satu barberman yang terlibat, mengaku senang bisa ambil bagian.

“Kami merasa ini kegiatan yang positif. Selain membantu murid tampil rapi, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Anak-anak pun terlihat nyaman,” katanya.

Respons murid pun menunjukkan hal serupa. Banyak dari mereka mengaku kegiatan ini terasa lebih adil dan tanpa tekanan. Tidak ada potongan rambut asal-asalan, tidak ada rasa dipermalukan di depan teman.

Taqorub, murid kelas XI Soshum, menjadi salah satunya.

“Menurut saya kegiatan ini lebih oke daripada asal gunting yang malah bikin pitak,” ujarnya sambil tersenyum.

Dari kursi cukur sederhana di sudut sekolah, SMAM DUMA menegaskan bahwa disiplin tidak harus dibangun dari rasa takut. Ia bisa tumbuh dari kepercayaan, dari fasilitas yang adil, dan dari pengalaman yang menyentuh kehidupan nyata para siswa.

Ketika sekolah memilih mendidik alih-alih menghukum, di situlah disiplin berubah menjadi kesadaran. Dan pendidikan, pada akhirnya, dapat menemukan maknanya—bukan sebagai alat kontrol yang menakutkan, melainkan sebagai proses menumbuhkan kesadaran para murid. (Salman A Ridwan)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ALOR, Suara Muhammadiyah - Di tengah kesibukan mempersiapkan Akreditasi Institusi, STKIP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

11 August 2024

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Anak Usia Dini Dasar dan Menengah (MPAUD Dasmen) Pi....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

PAREPARE, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare, Sulawesi Selatan me....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rumah Tahfidz Tien Hidayatul Qur’an Yogyakarta menggelar wisu....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Masjid dan mushola merupakan rumah ibadah umat Islam yang bukan hanya....

Suara Muhammadiyah

30 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah