Saat Sekolah Muhammadiyah Datangkan Barbershop

Publish

1 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
266
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Saat Sekolah Muhammadiyah Datangkan Barbershop, Menanamkan Kesadaran Diri Lewat Disiplin Positif

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Alih-alih menggelar razia dan hukuman, SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang memilih menghadirkan barbershop ke lingkungan sekolah, Jumat (30/01/2026). Lewat kegiatan cukur rambut bersama barberman lokal, sekolah ini menanamkan disiplin positif dengan cara yang lebih manusiawi—membangun kesadaran, bukan rasa takut.

Hari itu, sekolah tidak lagi sekadar tempat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ia menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: tentang kerapian, tanggung jawab, dan kesadaran diri—tanpa teriakan, tanpa razia.

Puluhan murid mengantre dengan wajah santai. Sebagian bercermin, sebagian tersenyum melihat potongan rambut baru mereka. Dalam kegiatan itu, tidak ada teriakan guru. Sekolah menghadirkan suasana yang akrab dan tertib.

Kegiatan cukur rambut ini merupakan hasil kolaborasi antara SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM DUMA) dengan sejumlah barberman lokal di wilayah Pamulang. Para pemangkas rambut profesional dihadirkan langsung ke sekolah, memberi layanan cukur yang aman dan tertib bagi para siswa.

Bagi pihak sekolah, rambut rapi bukan sebatas soal penampilan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAM DUMA, Arif Budianto, menegaskan bahwa kerapian adalah bagian dari pembentukan karakter.

“Program ini kami laksanakan dalam rangka menjalankan disiplin positif. Sekolah tidak hanya menuntut, tapi juga memfasilitasi. Kami menghadirkan pemangkas rambut profesional agar anak-anak belajar bertanggung jawab dengan cara yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Kepala sekolah SMAM DUMA, Dr. Hartono, M.A, menegaskan bahwa disiplin positif sejalan dengan visi pendidikan sekolah yang menempatkan murid sebagai subjek pembelajaran, bukan objek hukuman. 

Menurutnya, “penegakan disiplin positif adalah ikhtiar penyadaran murid agar taat aturan tanpa paksaan dan tanpa pengawasan. Murid diharapkan punya inisiatif untuk membiasakan Akhlakul Karimah di sekolah maupun di rumah”.

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha lokal. Bagi para barberman, kehadiran mereka di sekolah bukan sekadar urusan jasa, melainkan bentuk kontribusi sosial. Hakim, salah satu barberman yang terlibat, mengaku senang bisa ambil bagian.

“Kami merasa ini kegiatan yang positif. Selain membantu murid tampil rapi, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Anak-anak pun terlihat nyaman,” katanya.

Respons murid pun menunjukkan hal serupa. Banyak dari mereka mengaku kegiatan ini terasa lebih adil dan tanpa tekanan. Tidak ada potongan rambut asal-asalan, tidak ada rasa dipermalukan di depan teman.

Taqorub, murid kelas XI Soshum, menjadi salah satunya.

“Menurut saya kegiatan ini lebih oke daripada asal gunting yang malah bikin pitak,” ujarnya sambil tersenyum.

Dari kursi cukur sederhana di sudut sekolah, SMAM DUMA menegaskan bahwa disiplin tidak harus dibangun dari rasa takut. Ia bisa tumbuh dari kepercayaan, dari fasilitas yang adil, dan dari pengalaman yang menyentuh kehidupan nyata para siswa.

Ketika sekolah memilih mendidik alih-alih menghukum, di situlah disiplin berubah menjadi kesadaran. Dan pendidikan, pada akhirnya, dapat menemukan maknanya—bukan sebagai alat kontrol yang menakutkan, melainkan sebagai proses menumbuhkan kesadaran para murid. (Salman A Ridwan)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - IPM DIY telah melakasanakan Baitul Arqam bersama MPKSDI PWM DIY yang de....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Sleman berupaya memberikan ru....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Direktur Utama Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari MA Dt. Marajo dala....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Dikarenakan penting dan strategisnya peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) ....

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

Berita

KUNINGAN, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof.....

Suara Muhammadiyah

20 December 2025