Saeyag Sa Eka Praya

Publish

1 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1107
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Saeyag Sa Eka Praya

Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat PRM Troketon

"Jika suatu umat memiliki nilai-nilai pondasi keimanan yang kokoh, maka akan sangat mudah untuk menggapai kemuliaan secara berjamaah."

Sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa, judul di atas mengandung pesan dan makna penting: "Pentingnya saling bahu-membahu (gotong royong) dalam kehidupan di dunia."

Pada dasarnya, dalam hidup ini, kita dihadapkan pada kenyataan yang tak terbantahkan bahwa kita adalah satu kesatuan yang terikat dalam suatu sistem, baik secara agama, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan dalam sebuah kelompok, gerakan, atau persyarikatan, baik itu dalam bentuk sosial, ekonomi, budaya, atau politik, semuanya bermuara pada satu kebersamaan dengan satu frekuensi.

Di kampung tempat tinggal penulis, ada sebuah pembangunan, baik itu jalan, masjid, maupun gedung serba guna. Selain ada bantuan dari aghniya, kekuatan terbesar di kampung adalah semangat kebersamaan yang masih terjaga.

Sebagai contoh, di kampung kami ada pembangunan gedung. Sebagai bentuk partisipasi, penulis bersama komunitas yang dibinanya (Komunitas Ngobar) ikut serta dalam kegiatan tersebut, dengan memberikan sumbangan. Meskipun nominalnya tidak seberapa, yang lebih utama adalah rasa kebersamaan itu, demi amar ma'ruf.

Jika kita berbicara tentang seruan untuk kebajikan dan memerangi kemungkaran di era modern ini, banyak cara yang bisa kita tempuh. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, kita dipermudah menggunakan media untuk berdakwah, baik melalui ceramah, tulisan, maupun cara lainnya. Hal ini juga bisa dilembagakan melalui organisasi, komunitas, atau paguyuban yang berbasis pada nilai-nilai atau kultur yang ada, demi kemajuan umat, masyarakat, bangsa, dan negara. Di tengah tantangan yang semakin kompleks, diperlukan penanganan yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.

Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam Surat Ali Imran ayat 104:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Arab-Latin: Waltakum minkum ummatuy yad'uuna ilal-khairi wa ya'muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-munkar, wa ulaa'ika humul-muflihuun

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

Mengimplementasikan ajaran agama:

Jika kita menghayati ayat di atas, kita dapat mengambil beberapa hikmah.
Pertama, ada seruan atau perintah kepada kita semua yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad untuk bertanggung jawab menyampaikan kebajikan, entah itu kita berprofesi sebagai guru, petani, pedagang, pejabat, politisi, ustaz, ulama, ekonom, pelajar, atau mahasiswa.

Kedua, dengan bangunan ikatan yang ditautkan nilai keimanan, kita memiliki satu tautan yang sama dalam sebuah kelompok (golongan atau lingkaran) untuk mengajak dalam kebaikan yang bermaslahat dan penuh makna.
Ketiga, kita perlu mengantisipasi perbuatan kemungkaran dengan nilai-nilai bil hikmah (maw’izhah hasanah).
Keempat, jika dilakukan dengan sistem yang terstruktur dan masif, maka kemuliaan dapat terwujud.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Dr H Amirsyah Tambunan, MA Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah Beg....

Suara Muhammadiyah

13 February 2024

Wawasan

Pentingnya Apresiasi Hasil Belajar Agar Menjadi Manusia Merdeka  Oleh: Fikrun Nadhofatul Islam....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Wawasan

Membongkar Kedok ISIS: Tinjauan Kritis Buku Refuting ISIS Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu ....

Suara Muhammadiyah

13 January 2025

Wawasan

Budaya versus Agama Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Saya ingin....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Wawasan

Tekanan Global dan Pergeseran Arah Pariwisata Indonesia Pasca Lebaran 2026 Oleh: Dimas P. Mahardika....

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah