JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kolaborasi lintas institusi pendidikan tinggi yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pancasila (UP), dan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) berhasil mewujudkan hilirisasi riset terapan yang berdampak langsung bagi sektor usaha kecil. Inovasi komprehensif ini dipamerkan dalam ajang Gelar Riset Hasil Inovasi Pendidikan Jarak Jauh Universitas Terbuka (GALERI PJJ-UT) 2026 dengan mengusung tema “Beyond Innovation: Riset Berkualitas, Dampak Meluas”.
Sinergi ini menghasilkan berbagai produk hilirisasi yang telah mengantongi pelindungan hukum resmi berupa Paten Granted, mencakup paten formula pangan fungsional, desain industri mesin, hingga Hak Cipta (HKI) untuk implementasi langsung pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mengubah Stigma Negatif Menjadi Peluang Sehat
Selama ini, pemanfaatan tanaman melinjo (Gnetum gnemon) kerap terkendala oleh mitos publik yang mengaitkannya langsung dengan pemicu asam urat. Melalui riset kolaboratif, peneliti dan inventor utama dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., berhasil mematahkan mitos tersebut secara ilmiah. Berdasarkan analisis kandungan melinjo terbukti kaya akan senyawa aktif gnetisin dan gnetana yang memiliki khasiat tinggi sebagai antioksidan alami. Konsumsi olahan melinjo yang tepat terbukti mampu membantu meningkatkan kesehatan tubuh, serta berperan dalam pencegahan diabetes dan obesitas.
Formulasi ini telah diuji coba pada segmen wirausaha mahasiswa dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bentuk biskuit sehat, yang terbukti memiliki masa simpan (shelf life) lebih panjang tanpa mengabaikan standar nutrisi guna meningkatkan nilai jual produk lokal.
Untuk memastikan hasil riset laboratorium dapat diadopsi secara massal oleh sektor usaha kecil, aspek produksi didukung penuh oleh rekayasa teknologi mesin yang dirancang khusus oleh pakar teknik mesin Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Dwi Rahmalina, M.T. dan Dr. Ir. Agri Suwandi, S.T., M.T.
Mesin penepung khusus yang dikembangkan tim ini telah mendapatkan Paten Desain Industri. Teknologi ini memastikan efisiensi proses pengolahan bahan baku menjadi tepung halus berkualitas tinggi tanpa merusak kandungan senyawa aktif di dalamnya, sekaligus menjadi instrumen penting dalam standardisasi produksi UMKM.

Strategi Peningkatan Produk UKM Menuju Pasar Global
Hilirisasi riset ini tidak berhenti pada aspek produksi saja. Guna mendongkrak daya saing dan memperluas jangkauan pasar pelaku UKM, Dr. Zalzulifa dari Politeknik Negeri Media Kreatif mengambil peran strategis dalam hal digitalisasi pemasaran.
Melalui pendampingan pembuatan konten kreatif, strategi branding berbasis sains (science-based branding), serta pemanfaatan platform digital modern, produk olahan pangan sehat dari UMKM binaan diproyeksikan tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing untuk menembus pasar ekspor di mancanegara.
Kolaborasi 3 kampus menghasilkan poin strategis yaitu, menjadikan komoditas melinjo sebagai sumber pendapatan baru yang bernilai tambah tinggi bagi UMKM pangan. Kolaborasi Triple-Helix in membuktikan bahwa sinergi akademisi, kepemilikan paten formal, dan penerapan teknologi tepat guna mampu menghasilkan solusi nyata bagi kemandirian pangan nasional.

