Salmah Orbayinah Kunjungi Penyintas Bencana di Aceh Tamiang

Suara Muhammadiyah

14 January 2026

581
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah – Di tengah duka yang masih menyelimuti wilayah terdampak bencana, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, hadir memberikan penguatan kepada masyarakat di Pos Pelayanan Muhammadiyah, Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (12/1).

Sepanjang perjalanan, tampak rumah-rumah warga menguning tertutup lumpur sisa banjir dengan ketinggian mencapai 8 hingga 10 meter. Jejak bencana masih jelas terlihat, menyisakan keprihatinan mendalam sekaligus tekad untuk bangkit bersama.

Dalam suasana penuh empati, Salmah Orbayinah menyampaikan duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Aceh. Ia menegaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang diharapkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi para penyintas.

“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah hadir di sini, insya Allah bukan sekadar melihat, tetapi benar-benar memberi manfaat dan dirasakan oleh semuanya. Kami bergerak dalam satu komando One Muhammadiyah One Respons (OMOR) yang dipimpin oleh MDMC,” ujarnya.

Salmah menambahkan, perhatian diberikan secara khusus kepada perempuan, anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat dan memulihkan harapan di tengah keterbatasan.

Memasuki fase pascatanggap darurat, Salmah menegaskan bahwa Muhammadiyah bersama seluruh elemen akan menyusun langkah lanjutan dengan mendengarkan laporan dari berbagai pihak yang terjun langsung di lapangan, termasuk MDMC, Lazismu, serta Majelis dan Lembaga terkait.

Sementara itu, Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah berhenti pada fase tanggap darurat semata.

“Pengalaman kami di Palu menunjukkan bahwa pendampingan bisa berlangsung hingga empat tahun. Bukan hanya pemulihan fisik, tetapi juga dukungan ekonomi agar masyarakat benar-benar bangkit,” jelasnya.

Rahmawati menambahkan bahwa Muhammadiyah selalu mengedepankan koordinasi dan pelaporan agar tidak terjadi duplikasi penanganan. Muhammadiyah berperan sebagai pelengkap (complementary) atas upaya pemerintah dan bekerja bersama 109 lembaga yang terdaftar di Desk Relawan BNPB.

“Keunggulan Muhammadiyah adalah bekerja di semua sektor: kesehatan, air bersih, pendidikan, hingga dukungan psikososial. Bahkan saat ini, respon kebencanaan Muhammadiyah telah dipercepat menjadi enam jam sejak kejadian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PP ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menekankan pentingnya koordinasi pendataan yang valid, khususnya terkait anak dan layanan pendidikan.

“Data yang akurat sangat penting agar dapat disampaikan kepada pemerintah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama terkait relokasi, renovasi, serta keberlangsungan pembelajaran. Di situasi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan hak belajarnya,” ujarnya.

Rohimi juga menyoroti pentingnya penguatan psikososial dan pembelajaran adaptif bagi anak, orang tua, maupun guru, agar proses pemulihan berjalan secara menyeluruh. (Suri)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah- Selama puluhan tahun, perdebatan antara warga Nahdlatul Ulama dan Mu....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Syawalan dan silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah J....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi ruang rapat ketika Lazismu Su....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wi....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

PANGKALPINANG, Suara Muhammadiyah - Diikuti oleh Kepala Sekolah dan atau Kepala TU SMA, SMK dan SLB ....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah