Satu Abad Majelis Tarjih, Momentum Napak Tilas Perjuangan KH Mas Mansur

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

290
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Memasuki usia satu abad Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Surabaya sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah XXXIII yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya menapaki kembali jejak sejarah lahir dan berkembangnya Majelis Tarjih yang tidak dapat dipisahkan dari peran besar KH Mas Mansur.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., saat memimpin audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/7/2026). Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut surat permohonan resmi MTT PP Muhammadiyah kepada PWM Jawa Timur terkait rencana penyelenggaraan Munas Tarjih XXXIII di Surabaya.

Dalam rombongan MTT PP Muhammadiyah hadir Ketua MTT PP Muhammadiyah Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., Wakil Ketua Drs. H. Mohammad Mas'udi, M.Ag., Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Dr. H. Ghoffar Ismail, S.Ag., M.Ag., staf MTT PP Amirudin, beserta sopir.

Prof. Ustadi menjelaskan bahwa pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Selain bertepatan dengan peringatan 100 tahun Majelis Tarjih, kota ini memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan erat dengan perjuangan KH Mas Mansur sebagai penggagas awal Majelis Tarjih Muhammadiyah.

"Momentum satu abad ini harus menjadi napak tilas sejarah Majelis Tarjih. Karena itu, Surabaya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Munas agar semangat perjuangan KH Mas Mansur dapat dihidupkan kembali," ujarnya.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk terus merawat memori sejarah sekaligus menghadirkan ijtihad yang relevan terhadap persoalan umat dan bangsa.

Dalam Munas Tarjih XXXIII nantinya, sedikitnya empat dokumen strategis akan dibahas dan disempurnakan, yaitu Fiqh Lansia, Fiqh Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, serta Risalah Akhlak Islam Praktis. Keempat dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan keislaman yang lebih aplikatif bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas.

Selain sidang-sidang Munas, panitia juga menyiapkan seminar nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, khususnya untuk membahas isu kedaulatan pangan. Seminar lainnya akan mengangkat pemikiran dan kontribusi KH Mas Mansur dalam bidang keagamaan, kebangsaan, dan gerakan pembaruan Islam.

Wakil Ketua MTT PP Muhammadiyah, Drs. H. Mohammad Mas'udi, M.Ag., menambahkan bahwa penyusunan berbagai dokumen tersebut harus diselesaikan sebelum Sidang Tanwir Muhammadiyah pada November mendatang agar dapat diproses sesuai agenda Persyarikatan.

Audiensi berlangsung hangat dengan dihadiri jajaran PWM Jawa Timur dan MTT PWM Jawa Timur. Dari MTT PWM Jawa Timur hadir antara lain Prof. Zuhdi, Prof. Uril, Dr. Zainuddin MZ, Dr. Dian Berkah, Syahroni Nur Wachid W, dan Ustaz Mukarram. Turut hadir pula jajaran PWM Jawa Timur, di antaranya Ir Tamhid Masyhudi, Dr Syamsudin MAg, Dr M. Sulthon Amien MM, Dr Hidayatulloh MSi, dan Dr Muhammad Sholihin MPSDM.

Dalam forum tersebut muncul berbagai gagasan untuk menyemarakkan Munas Tarjih satu abad. Salah satunya adalah penyelenggaraan Muhammadiyah Historical Walk, yakni napak tilas sejarah Muhammadiyah di Surabaya yang akan memperkenalkan jejak perjuangan KH Mas Mansur kepada peserta Munas dari seluruh Indonesia. Gagasan lain meliputi pemberian penghargaan kepada keluarga KH Mas Mansur, pelibatan kampus Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta penguatan promosi wisata sejarah Muhammadiyah di Surabaya.

Ir Tamhid juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya dilibatkan dalam menyemarakkan agenda nasional tersebut, termasuk kemungkinan penyelenggaraan gala dinner dan berbagai kegiatan pendukung yang mencerminkan penghormatan terhadap KH Mas Mansur sebagai Pahlawan Nasional.

Prof. Ustadi berharap seluruh elemen Persyarikatan di Jawa Timur dapat memberikan dukungan penuh sehingga Munas Tarjih XXXIII tidak hanya sukses sebagai forum pengambilan keputusan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum monumental untuk menghidupkan kembali warisan pemikiran KH Mas Mansur serta memperkuat tradisi ijtihad Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Dengan estimasi peserta sekitar 150–250 orang selama tiga hari, Munas Tarjih XXXIII diharapkan menjadi salah satu agenda nasional Muhammadiyah yang meninggalkan jejak sejarah sekaligus melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mengklarifikasi bahwa ....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Program Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan b....

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) M....

Suara Muhammadiyah

17 December 2023

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader Sumber....

Suara Muhammadiyah

2 November 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Menjelang hari raya Idul Adha Lembaga Pengkajian Pengawasan dan Pendamp....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah