Save the Earth: Hizbul Wathan UMS Serukan Aksi Penyelamatan Lingkungan

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

324
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menjelang peringatan Hari Bumi, Kafilah Penuntun Moh.Djazman melalui Gerakan Save the Earth menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian alam dalam diskusi interaktif bersama Prof. Kuswaji Dwi Priyono di samping lapangan Psikologi UMS, Selasa (21/4/2026). Acara ini menjadi alarm bagi publik mengenai urgensi perlindungan ekosistem yang saat ini berada dalam kondisi kritis akibat eksploitasi berlebihan.

Kegiatan diskusi ini berlangsung santai secara lesehan di area terbuka guna mendekatkan peserta dengan alam.Meskipun dikemas informal, pesan yang dibawa memiliki urgensi besar bagi keberlangsungan ekosistem global. Hizbul Wathan UMS sengaja menginisiasi forum ini untuk membangun kesadaran kolektif dari lingkungan kampus.

"Jika bumi bisa berbicara, mungkin ia hanya ingin kita berhenti merusaknya," ujar Prof. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si. di hadapan puluhan aktivis muda. Beliau menekankan bahwa kesadaran tersebut harus segera diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar retorika. Oleh karena itu, gerakan ini menyasar masyarakat umum guna memperluas dampak edukasi lingkungan secara inklusif.

Dalam paparannya, Prof. Kuswaji menyoroti fenomena investasi asing yang sering kali minim pengawasan pemerintah. Beliau menjelaskan bahwa ketergantungan pada investasi tanpa kontrol berujung pada eksploitasi sumber daya alam yang serampangan. Bahkan, pembagian hasil yang diterima daerah sering kali tidak sebanding dengan kerusakan yang ditinggalkan.

"Ketika kita sangat bergantung pada investasi, masalahnya kemudian adalah tidak ada kontrol sama sekali," tegas Prof. Kuswaji. Beliau menambahkan bahwa transparansi menjadi masalah krusial yang selama ini hilang dalam pengelolaan sumber daya nasional. Tanpa laporan yang jelas, kekayaan alam seperti di bumi Papua justru lebih banyak dinikmati pihak asing daripada rakyat lokal.

Selain masalah kontrol, Prof. Kuswaji juga menyayangkan kegagalan realisasi dana reklamasi pasca tambang. Padahal, aturan perundang-undangan mewajibkan pemulihan lahan agar kembali menjadi fungsi hutan. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk lebih kritis dalam memantau data dan laporan dari berbagai lembaga swadaya.

Sebagai respons, Kafilah Penuntun Moh. Djazman berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai pilar utama gerakan kepanduan mereka ke depan. Melalui Gerakan Save the Earth, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai langkah taktis pelestarian alam. Dengan demikian, sinergi antara akademisi dan Hizbul Wathan UMS diharapkan mampu memicu perubahan perilaku yang signifikan demi masa depan bumi.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti dijadwal....

Suara Muhammadiyah

17 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat menyambut kedatangan Dr. Alvin Jason Aunario V....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jelang Olympicad VII yang akan berlangsung di Kota Bandung, kont....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah lewat Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) ....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Setelah sukses melakukan safari promosi pendidikan ke berbagai....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah