PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah — Gerakan literasi berbasis komunitas terus bergerak je pelosok desa. Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan membuka titik layanan baru Taman Pustaka “Ibrahim Al Kholil” yang berlokasi di Masjid Ibrahim Al Kholil, Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, Ahad (3/5).
Kehadiran taman pustaka ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses pengetahuan hingga ke pelosok desa. Dalam semangat gerakan Taman Pustaka Muhammadiyah, ruang literasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat dakwah komunitas yang inklusif, terbuka untuk semua kalangan, dan dikelola secara bersama.
Pada kesempatan itu Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan juga menyerahkan wakaf beberapa buku bacaan untuk menambah koleksi Taman Pustaka Ibrahim Al Kholil, Dari ruang yang sederhana, tumbuh harapan besar untuk membangun budaya membaca di tengah masyarakat.
Ketua Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan, Bonni Febrian, menyampaikan bahwa pembukaan taman pustaka ini merupakan langkah kecil yang diharapkan memberi dampak besar bagi masa depan generasi berkemajuan.
“Literasi adalah jalan perubahan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal dunia melalui buku. Taman pustaka ini adalah ruang tumbuh, tempat belajar, bermimpi, dan membangun masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi pintu masuk menuju perubahan sosial. Melalui taman pustaka, masyarakat diharapkan dapat mengakses ilmu pengetahuan sekaligus membangun kesadaran untuk terus belajar.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Ibrahim Al Kholil, Wartoyo, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya taman pustaka di lingkungan masjid.
Menurutnya, untuk sementara taman pustaka masih menempati bangunan lama bekas masjid. Meski belum sempurna dan masih memerlukan perbaikan, pihak takmir berkomitmen untuk menata secara bertahap agar semakin layak dan nyaman.
“Kami sangat senang dengan adanya taman pustaka ini. Walaupun masih menggunakan bangunan lama dan belum sepenuhnya sempurna, kami akan merapikannya pelan-pelan. Harapannya, jamaah dan anak-anak semakin tertarik datang ke masjid, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk membaca dan belajar,” ungkapnya.
Kehadiran taman pustaka di Masjid Ibrahim Al Kholil yang berada di wilayah PCM Maliku ini , menjadi langkah penting dalam menghidupkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Ke depan, Taman Pustaka Ibrahim Al Kholil diharapkan menjadi pusat kegiatan edukatif masyarakat, mulai dari membaca, diskusi, hingga mendorong lahirnya tradisi menulis dan dokumentasi sejarah lokal.
Kehadiran taman pustaka ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pendidikan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. (Bon)

