YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta mengikuti Karnaval Pelajar semarak hari ulang tahun ke-270 Kota Yogyakarta, Rabu (30/9). Adapun tema yang diusung dalam ulang tahun kali ini yaitu “Otentik Konkret.”
Karnaval ini diikuti seluruh siswa dan warga sekolah. Start dari sekolah - JL Ismoyo- Jl Poncowolo - Jl Sadewo - Jl Kapten Piere Tendean - finish sekolah.
Dalam karnaval tersebut, para murid mengenakan seragam baju daerah. Lurik dan jarik, menjadi busana khas yang dominasi ditampilkan berikut pernak-pernik lainnya.
“Ini bentuk dari satu cinta kepada kota kita Yogyakarta yang memperingati hari ulang tahun ke-270 ini menggambarkan bahwa anak-anak kota pelajar di Yogyakarta ini memaknai bahwa apa yang menjadi budaya di Yogyakarta ini menjadi milik kita bersama,” tegas Rohimah.
Kepala SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta itu menyebut, karnaval ini menjadi kans dan ruang untuk mempromosikan sekolah kepada masyarakat secara luas. “Sehingga masyarakat mempercayakan pendidikannya di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3,” tuturnya.
Rohimah menyebut, pihaknya terus berupaya mendesain lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi para murid. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus membangun kesan positif sekolah di tengah masyarakat.
“Ini adalah kesan yang bagus yang kemudian nanti akan terbawa pada saat nanti dewasa. Terkesan bahwa di SD juga menyelenggarakan karnaval,” ujarnya.
Rohimah berharap, momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta dapat semakin memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Yogyakarta. Ia berharap seluruh unsur pendidikan terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para murid.
“Harapan kami dari SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 bahwa Kota Yogyakarta agar selantiasa aman, damai, sejahtera, dan juga pendidikan bermutu, berkualitas,” tandasnya. (Cris)

