Secara Genetik, Islam adalah Agama yang Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

31 March 2026

551
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam secara substansi, merupakan agama yang dibawa oleh para Nabi, sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad Saw. “Maka jelas bahwa Islam secara genetik adalah berkemajuan,” tegas Muhammad Saad Ibrahim.

Islam berkembang secara cepat. “Salah satu penanda tentang kemajuan,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Kamis (19/3) di TvMu Channel program Tasiyah Kiai Saad Ibrahim.

Komposisi ajaran Islam secara komprehensif termaktub di dalam sumber primer; Al-Qur’an dan Alahadits Almaqbulah. “Yang secara ilmu bisa diterima,” tekannya.

Tentu saja, dua sumber primer itu memberikan mosaik pengajaran sarat makna. Demikian pula, memberikan tantangan bagi umatnya.

Menukil Qs an-Naml ayat 40. Secara redaksional, ayat ini mencitrakan kala itu Nabi Sulaiman bermaksud memboyong singgasana Ratu Balqis dari Yaman menuju Palestina.

“Jarak antara Yaman ke Palestina itu sekitar 1200 KM,” ungkap Saad.

Tawaran Nabi Sulaiman itu, direspons oleh Ifrit dari golongan jin. “Wahai Sulaiman, akulah yang akan membawanya yaitu singgasana Ratu Balqis itu, kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu.”

Tapi, rupayanya Nabi Sulaiman mengingankan hal itu lebih cepat. Maka, tampillah seorang yang mempunyai ilmu menawarkan dirinya seraya menyanggupi dengan mengusung singgasana itu dalam tempo sekejap.

“Itu benda riel, bukan maya. Dipindahkan dalam tempo yang detikan,” demikian secuil tantangan yang dikontekstualisasikan dengan kemajuan peradaban yang diproduksi oleh manusia.

Sekali pun begitu, kata Saad, itu belum yang terdahsyat. Yang lebih dahsyat ada lagi, yaitu Isra Mikraj, menjadi salah satu bagian integral mukjizat Nabi Muhammad Saw.

“Nabi menempuh perjalanan Isra Mikraj selama kira-kira 8 jam. Pulang pergi. Dari al-masjid al-haram menuju al-masjid Al-Aqsa,” jelas Saad, menggarisbawahi konteks Isra.

Lalu, disambung dengan Mikrajnya. Nabi Muhammad Saw menembus sampai beberapa galaksi langit sampai ke Sidratul Muntaha. Yang mendapat ilham pensyariatan shalat lima waktu.

“Ini tantangan yang jauh lebih dahsyat. Dan rasanya, perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan bisa menyemai itu semuanya, termasuk kemajuan apa pun,” tegasnya, sekali lagi.

Di situlah aneka tantangan yang tersaji meniscayakan Islam secara genetik berkemajuan. Tetapi, dalam praktiknya, terkadang belum sesuai dengan koridor substansi yang dimaksudkan.

“Kita sekali lagi menjadikan Islam dalam ruang dan waktu itu tetap mencerminkan berkemajuan, mencerminkan at-taqaddum. Tapi at-taqaddum yang at-taqaddum al-Islamiy,” tukas Saad. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban bekerja sama dengan Puskesmas Wire meng....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

MEDAN. Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menambah jajaran ....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki usia ke-24 tahun, Lazismu terus memperkuat perannya sebagai l....

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas....

Suara Muhammadiyah

11 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Nur Rahmah, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi ....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah